BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Makam Fathimah binti Maimun, Lebih Tua dari Wali Songo

image

Rasanya tidak afdhal menyusuri makam para sunan dan wali Allah Swt, tapi tidak menziarahi makam suci Fatimah binti Maimun yang terletak di Dusun Leran, Desa Pesucian, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Apalagi makam Fatimah, 12 km dari Kota Gresik dianggap di antara peninggalan tertua di Nusantara dan situs Islam tertua di Jawa. Hal itu bisa dibuktikan dari inskripsinya yang menunjuk kronogram 475 H/1082 Masehi.

Seperti yang disinggung dalam buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto, nama dusun Leran berhubungan dengan kisah migrasi Suku Lar atau Lor asal Persia yang datang di Jawa pada abad ke 10 Masehi, jauh sebelum kedatangan para Wali Songo.

Tidaklah heran bila makam suci itu mempunyai daya tarik tersendiri. Bahkan Maulana Malik Ibrahim yang disebut-sebut di antara pendakwah tertua di Nusantara turut menziarahi makam Fatimah binti Maimun yang konon gugur sebagai syahid pada umur yang relatif muda, yaitu 16 tahun.

"Fatimah binti Maimun juga mendapat gelar syahidah," tegas penjaga makam kepada rombongan Rumah Kajian Al-Sajjad yang dipimpin pakar kristologi, Musadiq Marhaban, yang kini menggandrungi khazanah para wali di Nusantara.

Mendengar cerita penjaga makam tersebut, rombongan langsung mengingat kisah putri Rasulullah Saw yang juga wafat pada usia belia. Secara otomatis, rombongan membaca ziarah Fatimah Az-Zahra binti Rasulillah di depan nisan makam Fatimah binti Maimun.

Sebelum memasuki makam, rombongan peziarah harus melewati dua pintu kecil sehingga mengharuskan membungkukkan badan. Mungkin pintu itu sengaja dibuat sehingga peziarah tidak lupa memberikan hormat kepada penghuni makam.

Terkait dengan keberadaan Fatimah binti Maimun di wilayah Leran Gresik muncul sejumlah spekulasi. Di antaranya adalah kaitannya dengan peperangan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Perlak antara abad 8 hingga 10 Masehi. Alasannya, Fatimah tiba di Leran Gresik tidak sendirian. Itu terlihat dari makam-makam lain di sekitarnya. Penjaga makam juga bercerita, tempat ini adalah pemukiman orang-orang asal Persia. Bahkan ia mengaku sebagai keturunan Persia.

Karena itu, gelar syahidah yang disematkan pada Fatimah binti Maimun ada kemungkinan terkait dengan konteks peperangan antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Perlak.

Menurut cerita penjaga makam, Syahidah Fatimah mendapat penjagaan ekstra ketat. Sebelum masuk makam, peziarah akan menemui dua makam panjang yang konon adalah dua panglima yang menjaga Fatimah. Kemudian di kompleks makam suci itu juga terdapat makam-makam panjang yang namanya diawali sayid. Gelar sayid itu juga mengindikasikan bahwa mereka adalah keturunan Rasulullah Saw. Di Timur Tengah, sayid adalah julukan bagi keturunan Rasulullah Saw.

Sebelum rombongan peziarah dari Kajian As-Sajjad meninggalkan area, penjaga makam mengucapkan terima kasih atas kunjungan itu. Terutama karena menurutnya makam ini seringkali tidak disinggahi para peziarah Wali Songo. Syukurnya, akhir-akhir ini para peziarah mulai ramai mengunjungi makam suci tersebut, meski tentu tetap tidak seramai makam-makam para Wali Songo lain. Padahal secara historis, makam suci ini lebih tua dari makam-makam Wali Songo lainnya.

(Ali Reza Alatas)

 

 

Wed, 8 Mar 2017 @11:47

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved