Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Awas Kaki Tangan Zionis!

image

Islam itu ajaran agama yang universal dan penuh kedamaian. Itulah inti agama Islam yang dibawa Rasulullah saw. Namun setelah wafat Nabi Muhammad saw hingga sekarang, Islam yang muncul dalam berbagai mazhab. Bahkan hampir dalam setiap ilmu-ilmu Islam terdapat mazhab dan aliran. Baik dalam bidang akidah atau ilmu kalam, tafsir, tawasuf atau tarekat, filsafat, fikih, politik, hadis, dan lainnya, terdapat aliran dan mazhab yang saling berbeda.

Dalam ilmu kalam (aqidah) terdapat mazhab-mazhab aqidah seperti Khawarij, Syiah, Jabariyah, Qadariyah, Murjiah, Maturidiyah, Mutazilah, Asyariyah (Sunni), Wahabiyah, dan lainnya.

Dalam fikih ada Jafariyah (Syiah), Syafiiyah, Malikiyah, Hanbaliyah, Hanafiyah, Dzahiriyah, Tsauriyah, Hazmiyah, Ibnu Bazz, Qardhawiyah, dan lainnya.

Organisasi Islam di Indonesia juga berbeda dan beragam seperti Syarikat Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), Darul Islam, Al-Irsyad, Persatuan Umat Islam, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Ahlul Bait Indonesia (ABI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan lainnya. Kalau ditelusuri organisasi di atas ada yang masih terikat dengan mazhab Syiah atau Sunni. Kalau dikaji terdapat kesamaan dan terdapat perbedaan meski rujukan pelaksanaan ibadah dari Quran dan Hadis.

Namun, meski sama berasal dari Rasulullah saw dan Al-Quran, tetap masih ada yang mempertentangkan keduanya. Yang paling mengerikan ada yang orang yang mengakui Islam, tetapi tidak mau mengakui Syiah sebagai Mazhab Islam. Tampaknya orang demikian memiliki agama tersendiri sehingga yang berbeda dengannya dianggap tidak beragama atau menyimpang. Jika paham ini berkembang, akan bahaya bagi NKRI.

Sekadar diketahui bahwa mazhab Sunni dan Syiah tetap sama dalam beribadah. Bedanya dalam kepemimpinan Islam setelah Nabi. Syiah meyakini Ahlulbait yang menjadi rujukan setelah Nabi dan Sunni menyatakan sahabat. Hadis-hadis yang dirujukan pun beda. Syiah mengambil dari jalur Ahlulbait dan Sunni dari jalur sahabat. Namun hadisnya tetap dari Rasulullah saw, baik Syiah maupun Sunni. Bahkan, keduanya meyakini Allah sebagai Tuhan dan Muhammad saw sebagai Rasul Allah. Nah, kenapa ada yang mempertentangkannya?

Ini kemungkinan berkaitan dengan konspirasi internasional zionisme yang ingin menghancurkan kekuatan Islam dalam dunia politik internasional. Bagi dunia Barat akan bahaya kalau umat Islam seluruh dunia bersatu dan berada dalam satu pemerintahan Islam yang utuh dan sempurna. Apalagi kalau umat Islam ini menguasai segala bidang, pasti semakin ditakutkan dunia Barat.

Karena itu, mereka membuat kekacauan dunia Islam dengan menggunakan orang-orang Islam yang mudah dirayu dengan uang dan kedudukan. Melihat kaki tangan zionisme di Indonesia sangat mudah: gerakannya senantiasa mengajak permusuhan. Jika Anda mendapati mereka, pasti itu sudah di bawah kendali zionisme. Hati-hati Anda terpengaruh!

Umat Islam sekarang tidak perlu mempersoalkan mazhab karena perbedaan adalah rahmat dan alternatif untuk memilih paham. Sekarang ini yang perlu dilakukan adalah mewujudkan ukhuwah Islamiyah  di antara sesama umat Islam.

(Ikhwan Mustafa adalah mantan santri salah satu pesantren di Bandung)  

 

Thu, 25 Feb 2016 @10:47

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved