CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN

Miftah F.Rakhmat: Kemuliaan Shalawat (2)

image

Shalawat memang punya keistimewaan. Ia menjadi satu-satunya ibadah yang dicontohkan Tuhan  sebelum diperintahkan. Para ulama beragam pendapat mengenai arti shalawat Tuhan pada Nabi Saw. Ada yang berpendapat bahwa shalawat Tuhan pada Nabi Saw adalah penyucian. Karena itu, ketika kita bershalawat kita pun bergerak ke arah kesucian.

Shalawat juga mengajarkan pada kita untuk patuh, cinta, taat penuh seluruh, pasrah seutuhnya pada seorang hamba pilihan Tuhan, kekasihNya, cahaya terangNya di tengah-tengah manusia, perwujudan rahmatNya untuk alam semesta. Ayat Surat Al-Ahzab 56 yang menggunakan bentuk ''taslim'' setelah perintah shalawat sering diterjemahkan: dan ucapkanlah salam. Padahal kata yang sama pada Al-Nisaa 65 diterjemahkan: ''menerima dengan sepenuhnya.'' Shalawat karenanya membimbing kita untuk mendahulukan keinginan, perintah, kepentingan, dan keputusan Rasulullah Saw di atas segalanya.

Itulah mengapa, di mata air Khum, Nabi Saw berdiri dan bertanya, ''A lastu awla bikum? Bukankah aku lebih kalian utamakan, lebih kalian dahulukan (di atas yang lainnya)?'' Dan serentak para sahabat menjawab, ''Balaa…Benar ya Rasulallah.'' Kemudian Nabi Saw mengangkat tangan Ali. Aduhai, adakah cincin bertaut pada tangan-tangan suci itu? Dan Nabi Saw bersabda, ''Man kuntu mawla, fa 'Aliyyun mawlaahu.'' Siapa saja yang mengutamakan aku, hendaknya ia mengutamakan Ali juga.''

Setidaknya, ada tujuh faidah shalawat di dunia dan duabelas faidah di akhirat. Saya sarikan dari berbagai sumber dari hadis-hadis Baginda Nabi Saw dan keluarganya yang suci.

Faidah duniawi :

  1. Bersama 100 shalawat, Allah Ta'ala cukupkan 100 keperluan.
  2. Bershalawat dengan lantang, membantu mengikis kemunafikan.
  3. Shalawat adalah sarana untuk menyucikan amalan, menyempurnakannya, dan melengkapi kekurangannya.
  4. Bagi setiap shalawat yang dibaca, Allah Ta'ala taburkan kesejahteraan bersamanya.
  5. Membaca shalawat, menjauhkan kefakiran.
  6. Shalawat membantu mengingatkan perkara atau urusan yang dilupakan.
  7. Shalawat mengekang dan merendahkan musuh yang selalu dekat dengan manusia, yaitu godaan setan yang terkutuk.


Adapun duabelas faidah ukhrawi seperti berikut ini :

  1. Dari Imam Shadiq as, ''Barangsiapa bershalawat 10 kali, Allah Ta'ala bershalawat baginya 100 kali.'' Ada juga yang menyebutkannya 1000 kali. Kata Imam Ja'far as, ''Barangsiapa yang Allah bershalawat untuknya 1000 kali, ia dijauhkan dari api dan siksa Tuhan. Dan bagi setiap sepuluh shalawat, ada sepuluh kebaikan. Dan bagi setiap sepuluh shalawat, ada sepuluh dosa yang diampunkan. Dan bagi sepuluh shalawat, ada sepuluh derajat yang ditinggikan. Ia termasuk penghuni surga.
  2. Makhluk yang paling layak dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah Saw di hari kiamat adalah orang-orang yang paling banyak bershalawat untuknya di dunia.
  3. Di antara wasiat Nabi Saw pada Sayyidina Ali as, ''Siapa saja bershalawat kepadaku, wajib baginya syafaatku.''
  4. Dari Imam Ridha as, ''Bershalawat pada Nabi Saw di sisi Tuhan, setara dengan tasbih, tahlil, dan takbir.''
  5. Masih dari Imam Ridha as, ''Siapa saja yang kesulitan menebus kifarat dosa-dosanya, hendaknya memperbanyak bershalawat karena shalawat pada Nabi Saw dan keluarganya menggugurkan dosa-dosa.''
  6. Dari Imam Ali as, ''Shalawat lebih cepat menghapuskan dosa ketimbang air memadamkan api.''
  7. Bacaan shalawat di hari kiamat akan menjadi cahaya yang menemani manusia di depannya, belakang, kiri dan kanan, atas dan bawahnya.
  8. Barangsiapa membaca ''Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ali Muhammad'' Allah Ta'ala anugerahkan baginya pahala 72 syuhada.
  9. Shalawat menerangi alam kubur dan memberatkan timbangan.
  10. Shalawat menjadi perisai yang menghalangi api neraka.
  11. Shalawat menghilangkan pahitnya kematian, dahsyatnya perpindahan, dan kehausan pada hari kebangkitan.
  12. Nah, untuk faidah yang keduabelas dijabarkan agak panjang berikut ini. Dari Imam Musa bin Ja'far as, ''Barangsiapa yang berdoa tanpa membukanya dengan pujian pada Allah dan shalawat pada Rasulullah Saw, bagaikan orang yang membentangkan busurnya tanpa anak panah.'' Shalawat memang artinya doa. Dan doa adalah inti dari seluruh peribadatan. Shalawat juga bentuk jamak dari shalat. Shalawat dimaknai rahmat, ampunan, pujian, penyucian, dan anugerah kemuliaan. Ada juga yang mengotak-atik kata: shad dalam shalawat adalah 'shamad', laam-nya adalah 'lathiif', waw-nya adalah 'wahid', dan haa-nya adalah 'haadi'. Semua dari nama-nama indah Tuhan.


Shalawat juga menyembuhkan, meringankan beban. Tapi shalawat juga menumbuhkan kerinduan. Kerinduan yang takkan terpenuhi, takkan terlepaskan hingga saat pertemuan nanti. Yaitu kerinduan dan kecintaan pada Rasulullah Saw dan keluarganya yang suci.

Sumber: Majulah Ijabi

Fri, 12 Dec 2014 @14:56

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved