Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Ustadz Miftah F.Rakhmat: Salam wa Rahmah

image

Saya sering mengawali pesan singkat saya dengan ungkapan salam itu: salam wa rahmah. Artinya: kedamaian dan kasih Tuhan. Saya memulai menulis salam wa rahmah itu kurang lebih setahun atau dua tahun yang lalu. Tiba-tiba, ia jadi ‘trending topic’. Hampir semua yang saya kenal menggunakannya. Seorang kawan bertanya pada ayah saya, apa itu “ciri” jamaah pengajian masjid kami. Ayah saya tertawa. “Itu bukan ciri jamaah masjid, itu ciri Miftah,” katanya.

Ya, makin banyak orang menggunakannya. Saya bahagia. Mudah-mudahan ada pahalanya. Mengapa saya tulis seperti itu? Saya terganggu dengan penulisan salam yang disingkat seperti ini: ass wr wb. Meskipun membacanya tetap “assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” tapi melihat tiga huruf pertama itu tanpa lanjutan huruf-huruf lain setelahnya, agak mengusik mata saya. Kurang nyaman bacanya: ass. Membaca adalah jendela pikiran. Pilihlah yang kaubaca itu akan mempengaruhi pikiranmu. 

Wasiat ayah saya, paraphrasing dari Confucius dan Lao Tze: 

pilihlah kata-katamu karena ia mempengaruhi pikiranmu
pilihlah pikiranmu karena ia mempengaruhi perasaanmu
pilihlah perasaanmu karena ia mempengaruhi perilakumu
pilihlah perilakumu karena ia mempengaruhi masa depanmu

Jadi, saya memilih untuk tidak menulis tiga huruf tadi dan menggantinya dengan ‘salam wa rahmah’. Semoga salam dan rahmat Allah senantiasa tercurah pada kita semua. Lalu kalau ada yang salam seperti itu, bagaimana kita menjawabnya? Jawaban saya: wa’alaikum wa rahmah wa barakatullah. Semoga yang sama terlimpah bagimu dan keberkahan dari Allah. Karena ketika kita menjawab salam, minimal harus sama atau jauh lebih baik lagi. Jadilah orang yang selalu mengucapkan salam lebih awal.

Rasulullah Saw tidak pernah didahului orang dalam mengucapkan salam. Bahkan Abu Dzar yang bersembunyi di balik pohon kurma pun tak mampu mengucapkan salam lebih cepat dari baginda Nabi. Menurut Imam Husain: “Dalam satu salam ada tujuhpuluh kebaikan. Enampuluh sembilan bagi yang mengucapkan, satu bagi yang menjawabnya.” Maka dari itu, mari berlomba-lomba mengucapkan salam.

Salam wa rahmah...

Ustadz Miftah F.Rakhmat, penulis buku Tasawuf for Beginners 

Fri, 11 Mar 2016 @15:56

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved