Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Pesan Natal dari Imam Khomeini

image

Bismillahir Rahmanir Rahim. Saya mengucapkan selamat hari lahir Isa Al Masih bagi semua bangsa yang tetindas di dunia, pengikut Masihi dan juga kaum Nasrani. Pada Isa al Masih semuanya adalah mukzijat. Satu mukjizat, beliau lahir dari ibu yang perawan. Satu mukjizat, beliau berbicara dalam buaian. Satu mukjizat, beliau membawa kedamaian, penyembuhan dan spiritualitas bagi manusia. Semuanya adalah mukjizat, dan semua anbiya adalah mukjizat, dan semuanya datang untuk membentuk manusia. Semua menginginkan manusia berjalan di jalan lurus Ilahi, semua menginginkan agar manusia hidup dalam lingkungan damai, sejahtera dan bersaudara.

Pemimpin Keagamaan Republik Islam Iran

Imam Khomeini: "Yesus Kristus adalah utusan besar yang misinya adalah untuk menegakkan keadilan dan cinta kasih, dan yang dengan ucapannya melaknat ketidakadilan para tiran dan pendukungnya. Celakalah mereka yang berusaha melawan dan menentang ajaran Yesus Kristus dan semua nabi dengan menjadi antek dan penindas hak-hak bangsa-bangsa. Wahai para pengikut Yesus Kristus, Ruhullah, bangkit dan tegakkan martabat Yesus Kristus dan kaum Kristiani, dan jangan biarkan para musuh dan penentang ajaran Ilahi yang menyebarkan ajaran palsu yang dilakukan para pendeta atas nama Yesus Kristus terhadap masyarakat yang tertindas di seluruh dunia."

Pada masa pengasingan di Paris ketika natal Imam Khomeini, ketika hari raya Natal tiba, beliau menyampaikan pesan bagi umat Kristiani dunia yang disiarkan lewat penyiar berita. Bersama pesan ini, Imam Khomeini memberitahu kami (Hujjatul Islam Ali Akbar Muhtashami) agar membagi-bagikan hadiah kepada warga Neauphel-le Chateau yang beragama Kristen atau Katolik.

Bingkisan itu biasanya berupa gaz (gula-gula), âjêl (kacang atau buah kering), dan shirêni (manisan) yang dibawa dari Iran oleh para ikhwan. Kami mengangkut semua bingkisan itu pada setiap paket yang juga kami sertakan dengan setangkai bunga.

Pada berbagai tempat yang kami kunjungi, kami menangkap kesan banyak warga Barat yang tidak akrab dengan keramahan dan bentuk cinta semacam ini. Bahkan antara ayah dan anak. Mereka merasa aneh karena pada malam kelahiran Rasul Kristiani, seorang pemuka Iran (Imam Khomeini) yang notabene non-Kristen begitu dekat dan menunjukkan cinta kasih kepada mereka. Bahkan ada seorang wanita Perancis yang sedemikian terharu saat menerima hadiah dari Imam sampai-sampai airmata mengalir di pipinya.

Sumber: "Potret Sehari-hari Imam Khomeini", hlm 43-44, Penerbit Pustaka IIMaN, Jakarta.

 

 

Mon, 25 Dec 2017 @22:04

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved