Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Kami Memanggilnya Paraqlita [by Miftah F.Rakhmat]

image

Paraqlita, atau disebut juga paraklita, paraklitos, paraclete dan berbagai kata lainnya, merujuk pada wasiat terakhir Nabi Isa sebelum ia mangkat, meninggalkan sahabat-sahabatnya. Kata yang diucapkan dalam bahasa Yunani ini menjadi sumber perdebatan tidak kalah habisnya di antara dua kubu. Pertama yang menafsirkannya sebagai perwujudan Roh Kudus. Dan yang kedua, yang menyakininya sebagai nubuwat Nabi Isa terhadap kedatangan Rasulullah Saw.

David Benjamin Keldani berpendapat bahwa kata Yunani yang digunakan untuk paraqlita berasal dari periklytos dan bukan parakletos. Periklytos bermakna "yang terpuji, yang luhur". Makna ini lebih dekat dengan penggunaan kata "Ahmad" di dalam Al-Qur'an sebagai nabi yang dijanjikan setelah kepergian Nabi Isa as.

Biarlah perbedaan pendapat itu menajak kita untuk menelusuri sejarah kata itu lebih jauh. Adapun maknanya, menjadi tema sentral buku ini hendak bercerita tentang Rasulullah Saw. Tentang sosok dan pribadi yang dirindukan setiap insan. Berikut makna harfiah dari paraqlita: "penolong, penghibur, penenang, penentram, penyemangat, pembebas, dan yang mengangkat beban".

Saya menyakini bahwa itu juga tugas para nabi. Para utusan Tuhan adalah penolong, penghibur, pembebas, penyemangat dan mereka yang melepaskan belenggu beban pada diri manusia, mengajak mereka untuk menyembah Tuhan yang Satu.

Sebagaimana dikisahkan Al-Quran : (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yanga ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan begi mereka yang baik dan mengharamkan mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. Al A'raf [7]: 167).

Rasulullah Saw adalah penenang itu. Penolong, penyemangat, pembebas, yang mengangkat dan melepaskan beban kehidupan manusia. Rahmat Tuhan untuk alam semesta. Nabi juga adalah "Sang Terpuji". Pada diri Nabi bergabung dua perbedaan pendapat asal kata itu. Nabi adalah perwujudan periklytos dan parakletos sekaligus.

Sumber: pengantar buku Mencari Senyum Sang Nabi karya Miftah F. Rakhmat.

 

 

Wed, 13 Oct 2021 @13:42

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved