Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Takfiri Kian Gencar Menyerang Syiah

image

Di negeri ini ada dua organisasi Islam yang bermazhab Syiah: Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) dan Ahlulbait Indonesia (ABI). Dua organisasi ini resmi terdaftar dalam pemerintahan Republik Indonesia. Kedua organisasi ini memiliki jamaah atau anggota ayng tersebar di seluruh Indonesia.

Sudah pasti di antara mereka ada yang diam-diam mengajarkan pahamnya kepada anak-anaknya. Bahkan, ke depannya mungkin ingin mendidik anak-anaknya berdasarkan pada ajaran mazhab Islam yang dianutnya. Kalau masing-masing orang menganut mazhab yang tersendiri dan pastinya fanatisme mazhab akan muncul juga kalau bersinggungan. Buktinya kasus Sampang, Bangil, dan Bondowoso.

Saya kira ini karena tidak ada pemahaman yang merangkum pada sikap untuk saling toleransi. Hal ini bisa terwujud kalau dalam mata pelajaran Agama Islam sudah mulai memasukan pelajaran Islam yang berasal dari mazhab-mazhab yang dianut di Indonesia.

Di Bandung, memang ada sekolah yang menggunakan nama yang dikenal sebagai tokoh Syiah seperti Muthahhari, Salman Al-Farisi, dan Al-Biruni. Tentunya dalam kurikulum agama, sekolah tersebut mengikuti Diknas karena memang sekolah di Indonesia terikat dengan kurikulum nasional. 

Namun, dalam kurikulum nasional untuk pelajaran Agama Islam masih dominan mazhab Ahlussunnah. Seharusnya sekarang ini karena Islam Indonesia sudah beragam mazhab maka perlu disesuaikan dengan mengambil ajaran Islam yang universal dan diterima semua mazhab. Salah satunya berkaitan dengan mazhab-mazhab akidah dan mazhab-mazhab fikih. Harusnya ada upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang khazanah Islam dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam.

Mengapa perlu? Karena persoalan satu mazhab dan satu pemahaman agama ini kadang membuat anak, murid, dan masyarakat tidak mengenal perbedaan yang ada dalam Islam. Wajar kalau mereka mudah menyalahkan yang berbeda mazhab. Mudah menganggap sesat yang berbeda paham dengannya. 

Kasus demi kasus intoleransi terus lahir. Khususnya kepada kaum Muslim Syiah yang semakin gencar dengan ragam bentuk. Mulai dari hujatan di majelis dan khutbah jumat, hingga dalam media sosial.

Di berbagai tempat, termasuk di Bandung, telah muncul gerakan yang menyatakan anti Syiah. Mereka berani melakukan provokasi kepada umat Islam dan menyerang dengan demonstrasi ketika kaum Muslimin Syiah melakukan kegiatan acara mengenang kematian Cucu Rasulullah saw. Entah, apakah mereka juga akan menyerang pula yang merayakan kelahiran Nabi? Karena pada bulan ini adalah Rabiul Awwal yang termasuk dalam bulan kelahiran Rasulullah saw. 

Apa yang salah dari mereka? Kalau dikaji akan beraneka alasan yang muncul. Namun, yang penting adalah dari umat Islam sekarang ini tidak ada semangat ukhuwah dan kesadaran beragama yang sehat. Karena itu, ukhuwah sangat penting digelorakan di seantero bumi Indonesia. Jika tidak, maka gerakan intoleransi agama di Indonesia akan terus menjamur.

(Ikhwan Mustafa, kontributor Misykat) 

 

Wed, 14 Jan 2015 @15:45

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved