Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Kaum Takfiri Gelar Deklarasi Anti Persaudaraan

image

Tadi pagi lewat jalan Cibaduyut Bandung. Tepat pada terowongan jalan terusan cibaduyut, pada dindingnya tertera selebaran berupa deklarasi Anti Syiah yang akan dilaksanakan pada Minggu 25 Januari 2014, jam 08.00 hingga 12.00 di Masjid Al-Fathu, Kabupaten Bandung.

Pada selebaran ANAS tertera logo ormas NU, Mathlaul Anwar, Syarekat Islam, PERSIS, dan lainnya. Aneh, ormas NU masuk dalam jamaah takfiri. Pasti ada oknum yang sengaja mencari simpati warga NU agar turut serta dalam gerakan ANAS (Aliansi Nasional Anti Syiah).

Dalam selebaran itu, tidak dicantumkan alamat jelas dan kontak person. Hanya tertera akan melakukan deklarasi dan pelantikan pengurus ANAS.

Mengapa mereka tidak terbuka kalau berada dalam jalan yang benar? Tampaknya ilegal dan penuh khawatir. Tidak ada pengalaman orang Muslim Syiah menyerang secara fisik kaum takfiri. Tidak ada pengalaman kaum Muslim Syiah Indonesia melakukan demo terhadap kaum takfiri. Meski kaum Muslim Syiah dicaci maki dalam khutbah jumat dan ceramah pengajian, belum ada kabar kaum Muslim Syiah menghentikan acara tersebut. Karena itu, ANAS tidak perlu khawatir dengan kaum Muslim Syiah karena tidak pernah melakukan perlawanan meski disesatkan.

Anti Syiah

Saya merasa geram dengan orang-orang yang sering memberikan link tentang Syiah. Saya geram karena informasi yang disajikan berbeda dengan yang saya pahami dari buku Syiah dan informasi dari ulama Syiah. Kadang hal yang tidak masuk akal disampaikan oleh kaum takfiri. Kadang sesuatu yang tidak benar rujukannya dikabarkan. Sampai dongeng yang tidak benar pun disebarkan.

Misalnya tentang video yutub yang beredar di internet. Ditemukan beberapa video yang menampilkan kajian Syiah. Salah satunya ada kajian yang menampilkan potongan kutipan dari ceramah Kang Jalal. Dalam ceramahnya terlihat seakan menghina.

Ketika saya konfirmasi kepada orang-orang yang hadir dan jamaah Kang Jalal, ternyata tidak benar. Ceramah tersebut berupa potongan uraian yang lengkap yang mengutip dari kitab-kitab Ahlussunnah. Harusnya utuh yang disebarkan. Ternyata memotong.

Sekedar diketahui, penceramah dalam yutub berupaya menunjukkan bahwa riwayat-riwayat yang buruk tentang tokoh-tokoh utama dalam sejarah Islam tidak hanya terdapat dalam kitab Syiah, tetapi juga terdapat dalam kitab Sunni. Apakah pandangan dalam kitab Syiah dan kitab Sunni yang seperti itu bisa dijadikan dasar untuk menilai bahwa seperti itulah mazhab Sunni dan Syiah secara keseluruhan? Itu namanya fallacy of logic.

Tentu kaum takfiri melakukan pemotongan ceramah untuk menjatuhkan kaum Muslimin Syiah di masyarakat Indonesia. Cara-cara kaum takfiri menyebarkan berita palsu, mengedit foto-foto, dan memotong ceramah dalam video atau kaset adalah bukti dari ketidakmampuan kaum takfiri menghadapi argumen Syiah. Coba kalau kaum takfiri memiliki argumen pasti tidak akan menyebarkan potongan ceramah dan berita palsu.

Saya teringat perkataan seorang ulama besar, Muhammad Ali Taskhiri, di setiap kelompok (agama atau mazhab) ada orang-orang ahmaq (tolol). Menurut Taskhiri, jangan menilai kelompok itu dari perkataan dan perbuatan orang-orang ahmaq yang disebutkan masuk dalam kelompok tersebut. Karena itu, jangan menilai Syiah dari pernyataan orang-orang ahmaq di kalangan Syiah (meski ada seorang yang menyatakan ulama di London, Inggris, yang melontarkan pernyataan yang kurang pantas karena itu berkaitan dengan akhlak dirinya sendiri dan pantas disebut oknum).

Seperti halnya dengan menilai Sunni sebagai jelek atau buruk hanya dari perkataan orang-orang yang benci seperti yang beredar di media-media internet. Karena memang mereka itu mungkin bertujuan memecah belah umat Islam Indonesia.

Saya lebih tenteram menilai mazhab Sunni atau Ahlussunnah dari pandangan tokoh-tokohnya yang berwawasan luas seperti KH Said Aqil Siradj, Prof Quraish Shihab, Prof Din Syamsuddin, Prof Azyumardi Azra, Prof Nasaruddin Umar, dan para guru besar di Al-Azhar yang memahami masalah Islam dengan baik.

Pahamilah bahwa pendapat ulama dan cendekiawan sangat berbeda dengan pendapat orang awam. Ulama dan cendekiawan didasarkan pengetahuan atau penelitian, sedangkan awam sebaliknya hanya obral omongan tanpa data dan fakta yang valid.

Sekadar tambahan, Prof Quraish Shihab (ulama Sunni dan pakar tafsir) dalam pengantar Buku Putih Mazhab Syiah menulis:

“Sering suatu kelompok dinilai tidak dari ulamanya, baik Sunni menilai Syiah maupun Syiah menilai Sunni. Tidak mungkin ada kesefahaman jika demikian halnya. Rujukan terbaik adalah ulama yang muktabar dan diakui, bukan seseorang atau kelompok apa pun namanya, apalagi yang sebenarnya tidak diakui sebagai ulama. Bukan hanya di kalangan Syiah, di kalangan Sunni pun banyak.”

Bagi saya, yang terpenting sekarang ini adalah sangat mendesak untuk umat agar memiliki pemahaman yang luas tentang Islam dan ukhuwah Islamiah. Tentu ini mesti dirujuk dari sumber Islam dengan dipandu kaum ulama muktabar yang mewakili masing-masing mazhab sehingga terwujud di negeri kita ini.

Jika hanya diwakili orang-orang yang doyan bicara bidah, sesat, kafir, dan bunuh, pasti itu tidak mewakili. Apalagi memercayai orang-orang yang tempo hari di Bandung mengajak membunuh kemudian mengafirkan dan menyesatkan umat Islam yang bermazhab Syiah. Masa sih umat Islam Indonesia mau diwakili oleh orang-orang yang buruk akhlaknya.

(Ikhwan Mustafa)


Wed, 21 Jan 2015 @15:56

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved