AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Islam Banyak Golongan

image

Mengapa Islam terpecah-pecah? Sangat sulit mengurainya. Dalam pemahaman agama Islam terjadi perbedaan setelah Rasulullah saw. Banyak mazhab dan golongan, termasuk pemahaman agama Islam. Dalam hadis disebutkan bahwa pecahnya Islam dalam golongan-golongan atau mazhab telah diramalkan oleh Rasulullah saw. 

Banyaknya golongan dan mazhab disebutkan dalam hadis Rasulullah saw, sebagai berikut:

Dari Huzaifah ra, Nabi Muhammad saw bersabda, “Bagi setiap umat ada Majusinya dan Majusi umatku ialah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati, jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit, jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok Dajjal dan Tuhan berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok Dajjal" (HR Abu Daud, Sunan Abu Daud, Juz 4, Halaman 222).

Dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda, “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi kepada 71 firqah dan orang Nasrani seperti itu pula dan akan berfirqah umatku atas 73 firqah" (HR Tirmidzi, Sahih Tirmidzi, Juz 10, bagian surat 109).

Nabi Muhammad saw bersabda, “Bahwasanya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk neraka kecuali satu.”  Sahabat-sahabat yang mendengar ini bertanya, “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi saw menjawab,”Yang satu itu ialah orang yang berpegang kepada peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku" (HR Imam Tirmidzi, Sahih Tirmidzi, Juz 10, bagian surat 109).

Nabi Muhammad saw bersabda, “Akan ada segolongan umatku yang tetap atas kebenaran sampai Hari Kiamat dan mereka tetap atas Kebenaran itu" (HR Bukhari). 

Dari hadis di atas jelas bahwa agama Islam itu terbagi dalam berbagai golongan dan mazhab. Islam tidak hanya dimiliki satu golongan, tetapi golongan lainnya pun. Suatu golongan masih berada dalam ajaran agama Islam kalau masih mengikuti Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw, meyakini Allah sebagai Tuhan dan Muhammad bin Abdullah sebagai Rasul Allah yang terakhir, shalat wajib yang lima menghadap kiblat, puasa ramadhan, haji ke Baitullah Makkah, dan mengerjakan amalan-amalan Islam. 

Selama masih dikatakan masih beragama Islam, maka darahnya tidak boleh ditumpahkan. Tidak boleh dihina dan dicaci. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusak kehormatan dan nama baiknya" (HR Muslim).

Risalah Amman

Ini juga ditegaskan oleh ulama sedunia dalam konferensi di Jordania pada 2005 hingga melahirkan kesepakatan bersama yang disebut Risalah Amman. Isinya antara lain:

Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut atau penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan.

Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin).

Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatayn);kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah.

Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukanijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas. 

( redaksi misykat)


Wed, 10 Feb 2016 @08:08

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved