Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Siapakah yang Dimaksud Ahlulbait?

image

AHLULBAIT terdiri dari dua kata, ahlu yang biasa diartikan “pemilik atau penghuni” dan bait yang berarti “tempat berlindung”, “rumah”, atau “keluarga”.  Istilah ahlulbait terdapat dalam surah Azhab ayat 33, “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu hai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”  Ayat ini berada pada tengah ayat yang diapit. Namun ayat ini dari sisi tema berdiri sendiri dengan yang mengapit sebelumnya. Seakan-akan ayat ahlulbait ini bersifat tersendiri, tetapi berada dalam satu ayat.

Kalau diamati istilah ahlulbait dalam ayat tersebut menggunakan kata “ankum” yang menunjukkan bentuk jamak, yang berarti laki-laki dan perempuan yang banyak kalau untuk perempuan atau istri-istri yang digunakannya ankunna. Dalam ayat ini yang digunakan adalah “ankum”, yang dalam ayatnya berbunyi: innama yurii dullahu liyudzhiba ankum al-rijsa ahl al-baiti wa yuthahhirakum tathhiiraa. Siapa saja yang disebut ahlulbait dalam ayat itu?

Dalam riwayat disebutkan surah Ahzab ayat 33 ini turun di rumah istri Nabi yang bernama Ummu Salamah. Ketika itu Nabi Muhammad saw memanggil putrinya dan suaminya (Sayidah Fathimah dan Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah) serta dua putranya (Al-Hasan dan Al-Husein, yang dikenal sebagai cucu Rasulullah saw). Kemudian Nabi menyelubungi mereka dengan kain (kisa).

Istri Nabi, Ummu Salamah, yang berada di sana hendak masuk dalam kain. Namun oleh Nabi ditolak sambil bersabda, “Engkau dalam kebajikan. Engkau dalam kebajikan.” Nabi membacakan ayat, “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu hai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menilai para perawinya dapat dipertanggungjawabkan. Juga terdapat dalam  Shahih al-Turmudzi, Musnad Ahmad, dan Mustadrak al-Shahihayn. Ada buku terjemahan yang bagus berkaitan dengan hadis-hadis Ahlulbait. Buku ini berjudul: 105 Hadis Keutamaan Ahlul Bait. Ditulis oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi (Penerbit Hasyimi Press, 2001) yang buku aslinya berjudul: Ihya Al-Mayyit fi Fadhail Aal al-Bait.

Juga dalam surat Asy-Syuura ayat 23, “Katakanlah aku tidak meminta kepada kalian sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kecintaan kepada Al-Qurba (keluarga Nabi Muhammad saw).” Ketika ayat ini turun, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah keluarga Anda yang wajib atas kami untuk mencintainya?” Nabi Muhammad saw menjawab, “Mereka adalah Ali, Fathimah, Hasan dan Husain.” (Hadis ini diriwiyatkan dalam tafsir Al-Zamakhsyari 3:402; Al-Fakh Al-Razi 27:166; Al-Baydhawi 4:123; Ibn Katsir 4:112; Fathul Bayan 8:372; Fath Al-Qadir 4:538; al-Nasafi 4:105; Al Qurtubi 16:22, Al-Durr Al-Mantsur 6:7).

Dalam hadis tersebut bahwa keluarga Rasulullah saw adalah yang disebutkan dalam surah Azhab ayat 33. Jadi, yang dimaksud dengan Ahlulbait berdasarkan surah Ahzab ayat 33 dan surah Asy-Syuura ayat 23 adalah yang lima orang (Rasulullah saw, Imam Ali, Sayidah Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain) yang telah Allah bersihkan dan sucikan dari dosa-dosa.

Dalam perkembangan sejarah, Ahlulbait ini menjadi diidentikan dengan mazhab Syiah karena memang para Imam yang diikutinya adalah dari Ahlulbait. Hal ini wajar karena Ahlulbait lebih dekat dengan Nabi. Biasanya yang dekat dengan Nabi, apalagi punya hubungan kekerabatan, lebih mengetahui isi rumah. Begitu juga dengan agama Islam tentu keluarga dan orang yang dekat dengan Nabi yang lebih mengetahui.***

(Ikhwan Mustafa)


Fri, 23 Sep 2016 @11:10

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved