Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Al-Muawiyyat: Hadis Politis Keutamaan Sahabat [by Muhammad Babul Ulum]

image

Aliansi politik menentukan kriteria penilaian hadis. Kesahihan dan kedaifan hadis ditentukan oleh keberpihakannya pada penguasa. Hadis yang mendukung penguasa cenderung diterima, perawinya diapresiasi. Hadis yang mendukung oposisi  cenderung ditolak, perawinya dipersekusi. Seorang rawi semakin dekat dengan penguasa cenderung semakin tinggi penilaian kualitas hadis yang diterima. Semakin dekat dengan oposisi cenderung semakin rendah penilaian kualitas hadis yang dibawa.

Disertasi ini mendukung pendapat yang menyebut pemalsuan hadis terjadi sejak dini bahkan di masa hidup Nabi. Karena motif politik sahabat yang berkuasa membuat hadis yang berbeda dengan hadis Nabi.

Dengan dukungan struktur dan infrastruktur kekuasaan yang dimiliki hadis-hadis tersebut disebarkan secara terstruktur, sistematis, dan masif sehingga menjadi ideologi negara yang haram diganggu gugat. Kesimpulan ini sejalan dengan pendapat mayoritas sarjana Barat dan sarjana Islam non mainstream. Seperti Herbert Berg, Maya Yazigi, Avraham Hakim, Asma Afsaruddin, Mahmud Abu Rayyah, Kamaruddin Amin, dan Fu`ad Jabali.

Sebaliknya, mayoritas sarjana Islam menolak pendapat tersebut. Sahabat diasumsikan memiliki ketakwaan tingkat tinggi yang memustahilkan mereka bahkan untuk sekedar berfikir berbuat dosa. Dan dusta dengan mengatasnamakan Nabi dosa besar yang pasti dijauhi. Tuduhan sahabat memalsukan hadis adalah a historis. Pendapat ini dianut oleh mainstream sarjana Islam. Di antaranya  Israr Khan, Azami, Mustafa al-Siba`i, dan 'Ajaj al-Khatib.

Disertasi ini berhasil membuktikan hadis-hadis palsu tentang keutamaan sahabat yang yang dibuat atas pesanan Mu'awiyah ibn Abi Sufyan yang oleh sebab itu disebut dengan al-Mu'awiyat.

Sumber utama penelitian ini adalah Kitab Fad}a`il al-Sahabah Ibn Hanbal, Khasa`is Amir al-Mu`min al-Nasa`i, al-Sahih min Sirat al-Nabi al-'A'zam Ja'far Murtaza al-'Amili, Sharh Nahj al-Balaghah Ibn Abi al-Hadid al-Mu'tazili, dan Kitab Sulaim ibn Qays al-Hilali. Data yang diperoleh dalam sumber di atas dibaca dengan metode gabungan antara (1) Metode Takhrij yang dipakai untuk mengetahui kualitas sanad; dan (2) Metode sosio historis yang dipakai untuk membaca matan hadis.***

(Abstrak desertasi Muhammad Babul Ulum yang berjudul Al-Muawiyat: Hadis Politis Keutamaan Sahabat, Program S3 Pascasarjana UIN Jakarta, tahun 2015. Dipertahankan dalam sidang promosi doktor di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Senin 30 Maret 2015).

 

 

 

Tue, 31 Mar 2015 @21:13

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved