AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

Minat beli buku klik covernya
image

 

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Duka Cita dan Akun FB Penghujat

image

Salam wa rahmah. Seorang kawan mengabari bahwa di IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia) pekan ini ada dua orang yang wafat. Pertama adalah Habib Arifin di Manado. Beliau termasuk penasihat IJABI. Seingat saya, Kang Jalal (Dr KH Jalaluddin Rakhmat) dalam sebuah ceramah di Masjid Al-Munawwarah pernah cerita bahwa Habib Arifin sangat cinta dengan IJABI sehingga bergabung dalam organisasi. Kedua adalah Sutisna, seorang ijabiyyun (warga IJABI) di Bandung yang ketika sakit hanya mengenakan baju yang bergambar Kang Jalal dan menggumamkan nama IJABI.

Dari dua kabar itu saya berduka cita. Saya merasa keduanya benar-benar menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah saw dan Ahlulbait dengan mengikuti organisasi yang menyematkan nama Ahlulbait. Jika tak cinta tentu tak akan mengikutinya. Apalagi organisasi ini sering dituding sesat sehingga untuk orang Islam awam akan dijauhi.

Biasanya orang yang simpati dengan Syiah kena ejekan dari sesama teman yang hanya dengar kabar Syiah dari orang-orang benci. Tentu orang yang simpati dengan IJABI lebih bersikap mengalah dan tidak meladeni mereka yang benci. Sebagaimana diajarkan Kang Jalal selaku Dewan Syura IJABI bahwa akhlak baik yang utama dalam Islam dan pantas didahulukan daripada ikhtilaf yang biasanya kalau debat berujung konflik.

Sebagai jamaah atau lebih tepatnya simpatisan IJABI, saya menyatakan berduka cita sedalam-dalamnya. Untuk kedua almarhum, Bihaqqi Muhammadin wa ‘ala aali Muhammad: semoga dapat syafaat dari Rasulullah saw dan mendapatkan nikmat alam kubur. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.

Sekadar berbagi, di facebook dan melalui situs takfiri yang belum kena blokir, Kang Jalal dengan desertasi yang ditulisnya kena hujatan. Salah satunya akun yang menggunakan nama Saeful Islam Mubarak. Seorang ustad (?) di Bandung. Membaca komentarnya membuat saya tertawa. Mereka hujat karya ilmiah Kang Jalal hanya dengan bermodalkan informasi situs.

Saya tambah ketawa ketika Pak Saeful yang dikenal bergelar doktor mengomentari seperti layaknya orang awam. Tanpa membaca dahulu desertasi secara utuh langsung komentar dengan nada yang tidak menunjukkan sikap ilmiah. Sungguh menyedihkan ada doktor yang demikian. Sebaiknya dikaji dahulu secara ilmiah, baru komentar. Lebih baik lagi kalau buat desertasi lagi yang isinya kritik terhadap desertasi Kang Jalal. Beranikah kaum takfiri dan geng penghujat bicara ilmiah dalam format akademis? Ayo… buktikan!

(Ikhwan Mustafa, contributor misykat)

Fri, 17 Apr 2015 @20:36

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved