AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Kang Jalal: Dua Wajah Islam

image

Alhamdulillah, saya bisa ikut pengajian ahad di masjid al-munawwarah, lingkungan Yayasan Muthahhari Bandung. Kang Jalal yang menjadi narasumber yang memaparkan dua wajah Islam: sunni dan syiah.

Kang Jalal menyatakan hanya ada dua perbedaan yang utama dari mazhab Sunni dan mazhab Syiah. Pertama bahwa Syiah percaya Rasulullah saw telah mewasiatkan kepada Imam Ali untuk melanjutkan risalah Islam sekaligus kepemimpinan Islam. Sedangkan Sunni tidak percaya dengan wasiat sehingga kepemimpinan dipilih oleh umat. Kedua, Syiah menetapkan bahwa harus taat kepada pemimpin yang adil dan menentang kezaliman. Sedangkan Sunni (dalam hal ini sebagian ulamanya) menetapkan harus taat kepada pemimpin meski zalim.

Dari ceramahnya, Kang Jalal cerita bahwa ia ditanya seorang kiai yang punya jamaah yang banyak. Apa beda syiah dan sunni? Ditanya demikian, Kang Jalal menjawab bahwa Syiah meyakini setelah Rasulullah saw risalah Islam dilanjutkan oleh para imam yang berjumlah dua belas orang. Lalu, kiai itu berkata: imam kedua belas itu Khomeini, ya? Kemudian dijelaskan oleh Kang Jalal tentang siapa saja yang termasuk Imam Syiah dari jalur Ahlulbait yang dicantumkan dalam hadis-hadis Rasulullah saw.

Dari penyataan Pak Kiai bisa ditebak bahwa Pak Kiai tidak mengetahui ajaran mazhab Syiah dan masih tergolong awam. Kalau kiai saja tidak paham dengan Syiah atau ajaran mazhab orang lain, apalagi umatnya.

Karena itu, saya kira wajar jika banyak orang yang hujat dan benci Syiah karena ikut dengan pendapat orang yang tidak tahu. Seharusnya peran orang-orang yang paham Syiah, yang berasal dari Syiah sendiri yang bicara dan menyampaikan. Bukan dari mereka yang benci sehingga yang tersebar hanya kebencian.

Masih dari Kang Jalal, wajah Islam tidak hanya tampil dalam mazhab. Kini menyaksikan dua wajah Islam yang ditampilkan Arab Saudi dan Yaman. Arab Saudi dengan kekayaan dan kekerasan terhadap Yaman telah menampilkan Islam istana. Sedangkan Yaman yang ditindas dan diserang oleh Arab Saudi yang dibantu Amerika dan Israel bisa disebut Islam rakyat.

Kemudian ada dua Islam lagi: Islam radikal yang diperlihatkan Athian Ali di Bandung dengan gerakan anti Syiah yang menyatakan bahwa beragama itu harus radikal. Kemudian ada Islam yang berwajah kasih, yang ditampilkan dengan gerakan cinta dan persaudaraan.

Dari dua wajah Islam ini umat Islam perlu melihat dan menelaah. Mana yang lebih dekat dengan kebenaran. Mana yang layak dipilih dan memiliki dasar dalam ajaran-ajaran yang dikehendaki Allah dan dicontohkan Rasulullah saw.

Saya sepakat dengan Pemerintah RI bahwa radikalisme agama harus segera ditanggulangi dan dicari akarnya. Radikalisme harus cepat diputuskan penyebarannya karena bahaya bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. ISIS dan gerakan radikalisme agama sepanjang sejarah tidak pernah membawa manfaat bagi kemanusiaan. Tidak pernah disetujui oleh umat manusia. Yang masih punya akal sehat pasti tidak setuju dengan radikalisme agama.

 (Ikhwan Mustafa adalah kontributor Misykat) 

 

     

Sun, 26 Apr 2015 @14:03

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved