Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

Bagi yang ingin buku-buku bacaan ISLAM. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp yang aktif pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Milad Imam Ali dan Peluncuran Karya Ilmiah

image

Salam wa rahmah. Minggu, 3 Mei 2015 (13 Rajab 1436) saya ke Muthahhari untuk mengikuti milad Imam Ali bin Abi Thalib ra dan milad Yayasan Muthahhari. Di aula Muthahhari, jalan Kampus Kiaracondong Bandung, sekira pukul 10.00 sudah padat. Jamaah penuh sesak. Harus ada aula baru. Semakin hari bertambah terus jamaah Kang Jalal (Dr KH Jalaluddin Rakhmat). Gumam saya dalam hati sambil duduk dempetan.

Dari arah kanan aula, terlihat Kang Jalal masuk sambil pupunten untuk dapat masuk ruangan bagian depan. Senyum lebar tampak ketika jalan. Di bagian depan sudah ada tokoh masyarakat dan pengurus ormas IJABI.

Saya lihat ada Ustadz Babul, doktor lulusan UIN Jakarta yang menulis buku Hadis-hadis Muawiyyah dan menerjemahkan kitab hadis Ushul Kafi bersama Dr Dimitri Mahayana.

Di spanduk depan tertera bahwa ada tiga buku diluncurkan: Misteri Wasiat Nabi karya Kang Jalal (ringkasan desertasi), Al-Muawiyyat, dan Ushul Kafi. Diluncurkan juga program Yayasan Muthahhari: Altanwir Digital, LPII, dan M-center. Kreatif dan tidak berhenti berkarya. Gumam saya dalam hati. Meski terus diserang dan dinyatakan sesat oleh segelintir orang, tetapi lembaga yang dinakodai oleh Kang Jalal ini makin melejit.

Seperti biasa, acara diawali pembacaan al-quran surah al-fatihah, shalawat, lagu Indonesia raya, himne dan mars IJABI, dan sambutan tokoh masyarakat yang mendukung kegiatan Muthahhari. Dari kegiatan ini, kalau teringat dengan celotehan orang-orang yang benci dengan Kang Jalal, saya hanya tertawa. Sebab semua yang dituduhkan tidak terbukti. Saya melihat dalam acara Muthahhari: bernuansa nasional dan kental dengan nilai-nilai Islam. Bagaimana mungkin bisa disebut sesat?

Saya melihat jamaah Kang Jalal begitu semangat dalam kecintaan kepada Rasulullah saw dan cinta Imam Ali. Mereka membaca shalawat dan melantunkan nasyid pujian kepada keluarga Rasulullah saw. Apakah itu taqiyah? Perkataan taqiyah akan meluncur dari orang yang benci. 

Saya kira kebencian segelintir orang terhadap Kang Jalal dan lembaganya hanya karena persoalan cinta dan tidak cinta, serta beda ekspresi dalam cinta kepada panutan Islam. Kang Jalal beserta jamaahnya lebih terbuka dalam cintanya kepada Ahlulbait dan Rasulullah saw; sedangkan “orang-orang yang benci” tidak menampakkannya. Mungkin orang-orang yang benci itu sedang malamatiyah—istilah dalam sufi untuk menunjukan sikap kebalikan dari yang baik—sehingga berani mengharamkan maulid dan perayaan dalam memuliakan Ahlulbait.

Dari paparan Kang Jalal, Ustadz Babul, dan Dimitri tentang ketiga buku yang diluncurkan cukup menarik untuk dibaca. Ketiganya menyajikan khazanah Islam yang lebih mendalam dan menunjukkan kedalaman dalam ilmu dari masing-masing penulis.

“Buku karya Ustadz Jalal ini menyajikan metodologi yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan penelitian lainnya jika digunakan lagi. Hal ini terlihat dari karya Ustadz Babul yang melanjutkan kajian dalam hadis sahabat setelah dikaji asal usul sunnah sahabat oleh Ustadz Jalal,” kata Dimitri.

Saya sepakat dengan pernyataan Dimitri. Saya pernah baca sekilas isi dari buku Kang Jalal dan Ustadz Babul. Keduanya karya ilmiah yang sudah diujikan dalam sidang ilmiah. Pastinya karya ilmiah yang berhasil dipertahankan dan lulus dengan menyandang gelar doktor, bukan perkara mudah. Karena itu, bagi mereka yang doyan sesatkan Kang Jalal perlu untuk membantah karya ilmiahnya secara akademis. Alangkah baik karya ilmiah dilawan karya ilmiah bukan dengan hujatan dan sebutan sesat dalam sejumlah majelis dan media-media kacangan.  

Tayangan ISIS

Dalam acara Milad pun ditayangkan dari yutub tentang ISIS yang benci dengan para pecinta Imam Ali bin Abi Thalib ra. Kuburan pecinta dan pengikut Ahlulbait Rasulullah saw seperti sahabat Ammar bin Yassir, Uwais Al-Qarni, dan masjid Imam Hasan Askari dibom oleh ISIS. Bagaimana mungkin itu perbuatan demikian dapat disebut bukti kecintaan kepada Ahlulbait, kecintaan Rasulullah, dan cinta Islam?

Benarkah pembunuhan warga di Yaman oleh Arab Saudi—penguasa dan pendukungnya—dapat disebut membela Ahlusunnah? Benarkah umat Islam yang beda mazhab dan beda dalam keputusan politik dianggap bukan Islam? Sehingga diserang atasnama Ahlusunnah. Syiah lagi-lagi dijadikan kambing hitam. Adakah selain Syiah yang dapat difitnah oleh orang-orang yang mengaku beragama?

Selepas acara di Muthahhari, sambil pulang dalam kondisi guyuran hujan: saya teringat dengan gerakan pemerintah untuk penumpasan radikalisme agama di Indonesia. Saya yakin seratus persen bahwa Indonesia bukan milik segelintir orang yang mengaku paling Islam. Negeri Indonesia milik umat manusia yang hidup dan tinggal di Indonesia. Kenyamanan dan ketenteraman lebih penting ketimbang urusan benar dan salah dalam beragama. Agama dinilai secara manusiawi, bukan dari ajarannya. Sebagus apa pun konsep doktrin agama, jika pemeluknya menjalankan agama terbukti bertentangan dengan doktrin pasti akan dapat dianggap tidak benar.

Islam yang diajarkan Rasulullah saw penuh kedamaian dan persaudaraan serta penuh cinta kasih. Islam yang ditampilkan Rasulullah saw dan keluarganya mencerminkan akhlak atau perilaku yang baik-baik. Bukan yang sebaliknya. Namun, yang sekarang ini tampak sebaliknya. Orang-orang mengaku ikut sunah Rasulullah, ternyata malah membuang sunah Rasulullah.

Dan, orang-orang yang mengaku beragama Islam, yang masih senang dengan kebencian dan terus tebar fitnah, tampaknya salah dalam merujuk. Mereka tidak selektif dan kurang tepat dalam meneladani (pendahulu Islam) sehingga yang diambil dari petunjuk yang salah atau yang sudah tercemari dengan kemungkaran.

(Ikhwan Mustafa adalah kontributor misykat)

 

 

Sun, 3 May 2015 @20:20

Copyright © 2017 Misykat · All Rights Reserved