Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Wasiat adalah Perbedaan Esensial antara Syiah dan Sunni

image

Saya pernah ditanya: apa bedanya Sunni dan Syiah? Saya bingung untuk jelaskan karena dalam buku-buku begitu banyak yang dibahas dan perlu diuraikan dari sejarah Islam. Saya merasa kesulitan untuk melihat perbedaan esensial dari mazhab Syiah dan Sunni, yang sama-sama bersumber dari agama Islam. Keduanya bukan hakikat agama, tetapi bentuk pemahaman agama yang berkembang dalam sejarah Islam pascawafat Rasulullah saw.

Sepanjang sejarah hingga sekarang ini masih terus saja kedua mazhab ini dipersoalkan. Bahkan di tingkat orangtua murid di sekolah dasar saja sampai ramai bincang soal mazhab Islam ini. Di situs media sosial ramai bicara Sunni dan Syiah.

Yang membuat saya geleng-geleng kepala, ada yang sampai berani bilang bukan Islam terhadap Syiah. Pasti yang bilang begitu tidak belajar sejarah, atau sekadar sebar omongan orang lain yang diyakininya sahih. Padahal, setiap omongan harusnya dikritisi dahulu sebelum dibenarkan. Segera tanyakan kepada yang bersangkutan atau pemeluknya. Jika tentang Syiah, selayaknya bertanya pada orang Syiah atau langsung datang kepada pengurus organisasi Syiah seperti IJABI dan ABI. Tabayun harusnya didahulukan, jangan cukup dengar dari orang kemudian percaya.

Dalam agama Islam (dalam al-Quran) dianjurkan untuk tabayun alias konfirmasi. Jika tidak dilakukan maka unsur dhaif dan maudhu akan melekat pada pernyataan yang meluncur atau yang diyakini. Ujung-ujungnya termasuk dalam perbuatan bohong dan fitnah.

Wasiat Imamah

Saya teringat dengan pendapat Kang Jalal tentang perbedaan esensial (hakiki) yang membedakan Sunni dan Syiah. Kang Jalal berpendapat bahwa Syiah meyakini Rasulullah saw telah mewasiatkan Imamah kepada Ali bin Abi Thalib ra dan Sunni tidak percaya dengan wasiat.

Pernyataan tersebut, menurut Kang Jalal, berdasarkan telaahnya dalam sejumlah kitab-kitab hadis, tafsir, tarikh, dan lughah, yang kemudian menjadi desertasi di UIN Makassar dengan judul Asal Usul Sunnah ShahabatStudi Historiografis atas Tarikh Tasyri

Senada dengan Kang Jalal adalah pernyataan almarhum Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) bahwa NU secara kultural Syiah minus imamah. Jadi, kalau ada warga NU yang meyakini imamah berarti termasuk Syiah.

Bagi saya, Sunni dan Syiah, adalah khazanah peradaban Islam. Keduanya memiliki kontribusi dan memiliki keunggulan. Perbedaan antara mazhab Sunni dan Syiah tidak menyebabkan masing-masing orang yang memeluk salah satu mazhab tersebut keluar dari Islam. Mazhab sekadar pemahaman dan pilihan dalam upaya menjadi orang Islam yang sejati. Agama Islam melalui Rasulullah saw mengajarkan bahwa perbedaan merupakan anugerah dan sesama umat Islam bersaudara sehingga yang terpenting ukhuwah (persaudaraan) dan tasamuh (toleransi).  

Sesuai dengan hasil konferensi Islam Internasional di Jordania tahun 2005 bahwa ratusan ulama dari seluruh dunia telah menyatakan dalam Risalah Amman bahwa:

“Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafii, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi, dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.”

(sumber: Kompasiana)


Tue, 1 Sep 2015 @17:08

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved