Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Kajian Sahabat: Dari Kang Jalal Menuju Mas Babul

image

Rasa bangga dan bahagia tepercik dalam hati. Pasalnya, Kang Jalal (Dr KH Jalaluddin Rakhmat) sudah beres sidang desertasi di UIN Makassar. Berarti sudah ada karya ilmiah terbaru dari Kang Jalal. Saat dengar kabar lulus dengan predikat amat baik, saya senang dan ingin rasanya membaca utuh karya tersebut.

Desertasi yang berjudul Asal Usul Sunnah Sahabat, buah pena Kang Jalal ini termasuk fenomenal. Tidak semua karya ilmiah bisa membuat orang-orang marah dan gerah. Bahkan, segelintir orang dari Makassar mencoba untuk menggagalkan sidang karya ilmiah Kang Jalal dengan mengadukan kepada angota dewan. Tentu ini layak menjadi hiburan dan bahan bincang di media sosial.

Apa hubungannya karya ilmiah dengan anggota dewan? Saya kira mereka yang tidak suka dengan pemikiran Kang Jalal selayaknya masuk dalam bangku kuliah dan menulis karya ilmiah desertasi yang isinya melakukan kritik pemikiran Kang Jalal dalam desertasi. Dan, itu lebih terhormat ketimbang koar-koar dan teriak sana sini. Hanya menghabiskan energi dan memperlihatkan kebodohan.

Mungkin yang membuat mereka “marah” dengan Kang Jalal adalah karena keberaniannya menyajikan penelitian yang membuktikan Sunnah Sahabat tidak memiliki dasar yang kuat dan menyalahi Sunnah Nabawiyah.

Menariknya, Kang Jalal menggunakan metode sejarah dalam mengurai Sunnah Sahabat hingga menegaskan konsep wasiat (washaya) merupakan Sunnah Nabi. Inilah temuan Kang Jalal yang layak direnungkan: benarkah seluruh cara beragama kita bukan dari Nabi, tetapi dari para sahabat? Jangan-jangan yang berasal dari sahabat tidak semunya benar. Ini yang layak ditelusuri dalam desertasi Kang Jalal. Karena itu, ingin rasanya ingin saya membaca utuh desertasi Asal Usul Sunnah Sahabat.

Misteri Wasiat Nabi

Alhamdulillah, ringkasan desertasi Kang Jalal sudah terbit dengan judul  Misteri Wasiat Nabi. Sesuai dengan judulnya, Kang Jalal menyampaikan bahwa Rasulullah saw telah mewasiatkan penerus risalah sekaligus otoritas dalam agama Islam setelah Rasulullah saw wafat. Wasiat inilah yang menjadi poin kajian yang membedakan Sunni dan Syiah, yang telaahnya didasarkan sejumlah literatur dari Ahlussunnah dan Syiah.

Kang Jalal menyimpulkan bahwa perbedaan Sunni dan Syiah adalah secara esensial berkaitan dengan wasiat Imamah kepada Imam Ali bin Abi Thalib ra. Syiah meyakininya dan Sunni tidak meyakini. Dari sini maka umat Islam terbelah, antara yang percaya dengan wasiat dan tidak. Orang yang percaya disebut Syiah dan yang tidak bukan Syiah.

Berkaitan dengan bukunya, Kang Jalal menguraikan ada dua kubu besar para sahabat yang mewakili dua ideologi berbeda. Pertama, kelompok yang beranggapan bahwa mereka harus mematuhi Nabi Muhammad saw dalam segala bidang kehidupan karena segala ucap dan perilaku Rasulullah saw berasal dari wahyu (Allah). Kelompok kedua menganggap bahwa Nabi Muhammad saw tidak harus ditaati secara mutlak dan Nabi hanya wajib ditaati dalam urusan akidah dan ibadah serta pernyataan Nabi boleh dibantah. Mereka ini terdiri dari para sahabat yang mendahulukan ra’yu ketimbang wahyu.

Secara ringkas, isi buku Misteri Wasiat Nabi ini membahas tentang: sunnah nabawiyah, sunnah sahabat, latar belakang teologis yang mendasari interaksi dua aliran besar sahabat Nabi Muhammad saw: yang hanya mendukung Sunnah Nabi, melacak perbedaan ideologis yang esensial di antara kedua aliran ini dan meneliti secara historis pertarungan di antara keduanya.

Kang Jalal bisa dianggap orang yang berani bongkar khazanah Islam klasik. Berani dalam kebenaran dan berdasarkan argumentasi ilmiah layak diteladani.

Al-Muawiyyat

Kajian ilmiah Kang Jalal ini diikuti oleh Muhammad Babul Ulum (Mas Babul) dengan mengambil studi doktoral bidang hadis di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Mas Babul adalah intelektual lulusan Pesantren Gontor yang konsisten dalam menulis karya ilmiah tentang mazhab Syiah Imamiyah. Dahulu ketika S1, karya ilmiahnya diterbitkan menjadi buku dengan judul Merajut Ukhuwah Memahami Syiah.

Kemudian S2 menulis karya ilmiah tentang fikih shalat tiga waktu yang kemudian terbit menjadi buku dengan judul Supersalat: Fikih 5 Salat Fardu dalam 3 Waktu. Buku ini menyajikan dalil dan argumentasi berupa hadis dalam kajian kritik hadis dan ushul fiqih sehingga fikih shalat wajib yang dilakukan dengan jamak yang biasa dipraktikan kaum Muslim Syiah, ternyata memiliki dasar yang kuat dan dilakukan Rasulullah saw beserta sahabatnya.

Dan, Mas Babul ini sudah menyelesaikan desertasinya berjudul Al-Muawiyyat: Hadis-Hadis Politis Keutamaan Sahabat. Sebuah kajian kritis hadis tentang keutamaan sahabat Nabi berdasarkan telaah metode sosio historis. Di dalamnya memuat gugatan tentang “keadilan” sahabat Nabi (‘adalatusshahabah) sehingga diketahui bahwa tidak semua sahabat Nabi dapat disebut adil. Ditemukan ada sahabat yang minum arak, mencuri, dan berkelakuan tidak Islami. Karena itu, pernyataan sahabat itu adil digugurkan oleh Mas Babul dengan penelitian ilmiah.

Mas Babul juga membeberkan peran Muawiyah bin Abu Sufyan dalam membuat hadis-hadis palsu dan menyuruh sahabat untuk membuat hadis-hadis yang mengutamakan sahabat. Dengan kata lain, Mas Babul dengan desertasinya hendak menguji keakuratan hadis-hadis keutamaan sahabat (fadhail shahabah). Dan, kajiannya beres dengan selesai sidang dan lulus menjadi doktor bidang ilmu hadis dari UIN Jakarta pada 30 Maret 2015.

Desertasi Mas Babul ini pun akan diterbitkan menjadi buku. Tentu akan mengundang kecaman dan hujatan dari orang-orang mengultuskan sahabat. Sebaiknya serangan dan kecaman dilakukan dengan karya ilmiah lagi. Itu saran saya. Mungkinkah bisa dilakukan oleh mereka yang hanya koar-koar dari masjid dan media sosial? 

Selamat untuk Dr Jalaluddin Rakhmat dan selamat pula untuk Dr Muhammad Babul Ulum. Saya percaya kedua karya ilmiah tersebut memperkaya khazanah intelektual Islam Indonesia. Sekali lagi wilujeng. 

(Ikhwan Mustafa, kontributor Misykat)

Sat, 23 May 2015 @14:06

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved