BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Writing History, Constructing Religion: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi karya Kang Jalal [by HERNOWO]

image

Saat ini saya sedang membaca ringkasan disertasi Kang Jalal—sapaan akrab Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.—dalam bentuk buku setebal 136 halaman. Judul disertasi Kang Jalal (yang diraih di UIN Alauddin Makassar) adalah Asal-Usul Sunnah Sahabat: Studi Historiografis atas Tarikh Tasyri'. Setahu saya, sudah lama Kang Jalal menekuni topik disertasinya ini. Dari “Daftar Pustaka” yang dicantumkan di akhir buku—ada sekitar 20 halaman—kita dapat merasakan betapa kaya dan beragam referensi yang dibaca Kang Jalal untuk keperluan penyusunan disertasinya tersebut.

Judul ringkasan disertasi yang diterbitkan dalam bentuk buku—yang baru saja terbit pada Mei 2015—menurut saya, lebih menarik dan menggigit: Misteri Wasiat Nabi. Misteri? Ya, pemilihan kata "misteri" ini dapat menjadi perdebatan panjang. Mengapa misteri? Menurut saya karena inti disertasi Kang Jalal di samping membahas tentang kemunculan sunnah sahabat, juga membahas tentang apakah Nabi Saw. memberikan wasiat atau tidak sebelum wafatnya. Wasiat Nabi yang dijadikan misteri oleh Kang Jalal, tentu saja, bukan wasiat yang sepele dan remeh-temeh. Wasiat tersebut berkaitan dengan hal sangat penting: siapa pemimpinan umat sepeninggal Nabi?

Dari misteri wasiat Nabi—yang di buku yang sedang saya baca ini pembahasannya diletakkan di bab-bab akhir—Kang Jalal kemudian meninjau secara ekstensif tentang sunnah sahabat. “... saya membatasi disertasi ini hanya pada perkembangan Sunnah Shahabat, dan lebih khusus lagi pada asal-usul—the origins of—Sunnah Shabat,” tuis Kang Jalal. Bagi saya, sebagai penikmat buku, bukan soal substansi sunnah sahabat yang saya tekankan. Sungguh, saya lebih menekankan pada pembahasan sejarah Islam yang disampaikan dan ditafsirkan secara sangat kaya, luar biasa, dan mengagumkan!

Baru kali ini saya dapat menikmati buku tentang sejarah Islam yang tidak membosankan, tidak kering, dan (maaf) menegangkan (membuat penasaran diri saya). Lewat kemampuan Kang Jalal dalam membaca literatur sejarah dalam berbagai bahasa—selain literatur berbahasa Inggis dan Arab, dalam buku ini saya temukan juga literatur (atau kutipan-kutipan) berbahasa, antara lain, Jerman, Italia, dan Perancis—dan kemampuan Kang Jalal dalam menyampaikan analisis yang sangat jernih dan tertata, disertasi Kang Jalal begitu indah dalam menyajikan sejarah Islam yang terentang panjang belasan abad (sejak Nabi Saw. yang mulia wafat).

Ketika saya sedang tenggelam dalam masa lalu yang penuh warna, tiba-tiba saya bertemu dengan James G. Crossley dan Christian Karner yang menulis buku Writing History: Constructing Religion. Saya terpaksa harus berhenti membaca dan merenungkan hal menarik yang ditulis Kang Jalal tentang sejarah berpijak pada buku (pandangan) Crossley dan Karner. Apa yang ditulis Kang Jalal memaksa saya untuk berhenti sejenak. Saya harus mengikat makna (menuliskan atau merumuskan hal-hal penting dan berharga yang saya peroleh dari membaca—kalau tak saya “ikat”, yang saya baca [temukan] itu bisa terbuang sia-sia):

"Salah satu landasan rekonstruksi keyakinan agama adalah sejarah. Setiap agama dibangun dari dan membangun sejarahnya. Ketika orang menulis lagi sejarah, ia membangun kembali agama. Dalam setiap penulisan kembali sejarah selalu terkandung unsur moral," demikian hal penting dan berharga yang ditulis oleh Kang Jalal.

Alhamdulillah.[]

 

 

Fri, 29 May 2015 @22:19

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved