AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Konsep Adalat Al-Shahabat dan Kemusykilannya: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi [by HERNOWO]

image

Di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekelilingmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik). Mereka telah terbiasa dalam kemunafikan. Engkau (Nabi Muhammad Saw.) tidak mengetahui (siapa) mereka, tetapi Kami mengetahui mereka. Kelak mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar (QS Al-Taubah [9]: 101). 

Di tengah tumpukan literatur berbahasa asing yang sangat banyak dan beragam, tersembul (setidaknya) tiga literatur karya penulis Indonesia yang digunakan oleh Kang Jalal untuk memperkuat “Tinjauan Pustaka” disertasinya. “Tinjauan Pustaka” untuk penyusunan disertasinya tersebut dibagi menjadi dua bagian: (1) kajian apolegtis tentang Sahabat dan (2) kajian kritis terhadap Sahabat. 

Menurut Kang Jalal, dalam konteks yang pertama, penulisan sejarah para sahabat pada awalnya ditandai dengan kesetiaan para ahli hadis dan muarikh akan konsep ‘adalat al-shahabat (semua sahabat adalah 'udul, yaitu tidak pernah berbohong dan semacamnya). Dalam konteks yang kedua, perlahan-lahan kesetiaan terhadap konsep ‘adalat al-shabat mulai berguncang. “Jangan dulu melihat sejarah, mulailah dari pembacaan Al-Quran,” tulis Kang Jalal untuk mencermati dan membuktikan keberguncangan itu. 

Tiga buku karya penulis Indonesia yang digunakan Kang Jalal, pertama, adalah buku karya Fu’ad Jabali, Sahabat Nabi: Siapa, ke Mana, dan Bagaimana (2010). Dalam buku ini, Kang Jalal malah sempat menuliskan tinjauan pustaka berkenaan dengan penelitian Fu’ad Jabali dalam judul “Shahabat Nabi: Kemusykilan Sejarah”. Dalam tulisan itu, Kang Jalal ingin mendudukkan definisi sahabat dan keterkaitannya dengan konsep ‘adalat al-shahabat. 

Kedua, buku karya Muhammad Zain, Dekonstruksi Sakralitas Shahabat. Menurut pembacaan saya, buku karya Muhammad Zain ini merupakan disertasi doktor di UIN Sunan Kalijaga pada 27 Juli 2007 yang lulus dengan predikat cum laude. Muhammad Zain meneliti motif-motif sekular di balik hadis yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat. “Ada kepentingan pribadi di balik fatwa beberapa sahabat,” tulisnya terkait dengan penelitiannya itu. 

Ketiga, buku karya Kamaruddin Amin, Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis (2009). Dalam buku ini, Kamaruddin Amin mempertanyakan “apakah doktrin ‘adalah merupakan dogma atau sebuah fakta sejarah”? 

“Dengan latar belakang studi kepustakaan di atas, dan mengingat masalah-masalah yang dirumuskan pada pendahuluan, penelitian ini bertujuan untuk…,” tulis Kang Jalal di halaman 23. Ada empat tujuan yang ingin dicapai oleh Kang Jalal. Salah satu dari keempat tujuan tersebut adalah “menunjukkan perlakuan para ulama pada Sunnah Shahabat: meletakkannya sejajar, berlawanan, atau menggantikan Sunnah Nabawiyah.” 

Alhamdulillah.[] 


Wed, 6 Dec 2017 @12:30

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved