AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Bendera ISIS dan Spanduk Anti Syiah Muncul dalam Parade Tauhid

image

Beberapa hari kemarin di Solo ada rombongan Parade Tauhid. Dalam parade itu muncul bendera ISIS dan spanduk intoleran dengan tulisan menolak mazhab Syiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu saja seruan tersebut merupakan provokasi untuk memecah belah umat Islam di Indonesia.

Sudah diketahui oleh warga Indonesia dan dunia bahwa ISIS merupakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama Islam. ISIS gemar menumpahkan darah, membunuh, dan menyerang Umat Islam yang tidak setuju dengan gerakannya. Sekarang ini gerakan ISIS dikecam oleh warga dunia. Begitu juga Pemerintah Repuplik Indonesia menyatakan sebagai organisasi terlarang dan disebut sebagai bagian dari teroris. Lalu, mengapa berkibar dalam Parade Tauhid? Ini harusnya segera dilacak kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.  

Sebelumnya, orang-orang menyebarkan isu "Syiah bukan Islam" pun gencar. Mereka ini anti dengan mazhab Syiah. Dari media internet sampai buletin masjid kemudian majelis pengajian ibu-ibu dan khutbah jumat diisi dengan menyesatkan ajaran Syiah. Bahkan dalam Parade Tauhid semakin tampak dengan tulisan pada spanduk yang disamakan dengan Komunis.

Gerakan anti Syiah tidak hanya di kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Makassar, Solo, bahkan masuk ke desa-desa di Garut dan Tasikmalaya serta kampung di Majalaya, Kabupaten Bandung.

Mereka terus bergerak untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang berasal Rasulullah saw dan Ahlul Bait. Apalagi didukung dengan munculnya buku Panduan MUI yang mewaspadai Syiah Indonesia kemudian ada gerilya dari segelintir orang ke pelosok desa dan masjid-masjid.

Di Bandung, ada ormas yang menggunakan label Ulama dan Umat Islam kemudian ormas berlabel persatuan, yang terus gerilya ke daerah-daerah menyebarkan fitnah kepada para pemuda dan pengurus masjid. Mereka mengajak untuk menolak ajaran Islam yang berasal dari Keluarga Rasulullah saw (Ahlul Bait). Sedangkan ajaran yang berasal dari para Sahabat dianggap benar untuk diikuti.

Bagi mereka, Ahlul Bait dan Rasulullah saw tidak perlu diikuti karena para sahabat lebih adil dan benar dalam ibadah dan beragama. Itu yang mereka dakwahkan.

Mereka juga menyatakan tidak boleh memuliakan Ahlul Bait dan ulama, serta menyatakan musyrik pada perayaan Maulid Nabi. Bahkan melarang dan menghalangi peringatan Asyura atas tragedi Imam Husein, yang dibantai atas suruhan putra Sahabat (Nabi) yang bernama Yazid bin Muawiyyah.

Dalam menyebarkan fitnah terhadap Syiah, tidak tanggung-tanggung buku (yang ditulis oknum MUI pusat) pun dibagikan secara gratis.

Hampir setiap daerah di Indonesia, terutama pada masjid-masjid yang dikuasai oleh orang-orang takfiri dijadikan tempat untuk menghujat Syiah. Bahkan khutbah jumat pun dijadikan sarana untuk mencaci kaum Muslim Syiah, khususnya kepada KH Jalaluddin Rakhmat.

Bahkan dalam media internet. Silakan Anda telusuri dalam google pasti kalau membaca artikel atau berita yang berkaitan dengan KH Jalaluddin Rakhmat senantiasa negatif dengan tuduhan-tuduhan yang tak memiliki bukti kuat.

Mengapa mereka benci kepada Muslim Syiah? Ini jawaban yang pelik karena terkait dengan jaringan politik luar negeri.

Meski dibenci, ketahuilah bahwa Syiah adalah bagian dari Islam. Sama seperti Muslim Ahlusunnah. Ratusan ulama dari seluruh dunia dalam konferensi internasional di Jordania mendeklarasikan Risalah Amman, yang menyebutkan Syiah Zaidiyah dan Syiah Jafariyah adalah bagian dari Islam.

Disebutkan dalam Risalah Amman bahwa tidak diperbolehkan umat Islam menghina orang-orang yang mengikuti mazhab Syiah karena lebih banyak persamaan ketimbang perbedaannya dengan mazhab lain. Risalah Amman inilah yang seharusnya dipegang umat Islam Indonesia. Mari merajut ukhuwah dengan menghentikan fitnah kepada Muslimin Syiah. Mari sambut ajakan ormas Muhammadiyah dalam muktamar untuk dialog dalam memecahkan persoalan agama Islam. Bukan dengan teriak sesat dan sebar isu yang tidak benar.

[Abdul Fatah, alumni pesantren di Bandung]

 

 

INFORMASI berita tentang Parade Tauhid yang mengibarkan bendera ISIS bisa dibaca di situs Satu Islam


Tue, 18 Aug 2015 @12:01

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved