AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Kisah Ustadz: Hanya kepada Allah, Kami Meminta Tolong

image

Salam wa rahmah. Seorang Ustadz yang membimbing jamaah umrah mengisahkan sebuah cerita yang dialaminya ketika berdoa di depan makam Rasulullah saw. Saat membaca doa tawasul kepada Rasulullah saw, tiba-tiba seorang tentara “syariah” yang berjaga-jaga di masjid Nabawi mendekat. Dengan menggunakan bahasa Arab, tentara “syariah” menyatakan terlarang berdoa dengan meminta kepada Rasulullah saw yang sudah wafat. Tentara "syariah" bilang dalam bahasa Arab bahwa berdoa harus langsung kepada Allah bukan pada manusia yang sudah mati. Namun, tidak dipedulikan oleh Ustadz tersebut. Malah kemudian diganti dengan bahasa Indonesia.

Mungkin merasa gagal, tentara “syariah” itu meminta seorang yang berwajah Arab yang tergabung dalam jamaah umrah untuk meminta agar Ustadz berhenti berdoa. Ketika meminta untuk dihentikan, Ustadz langsung membaca ayat: hanya kepadaMu, kami beribadah; dan hanya kepadaMu, kami meminta tolong. Dibacakan ayat tersebut berulang-ulang di hadapan tentara tersebut. Kemudian disampaikan dalam bahasa Arab bahwa meminta tolong itu harus langsung kepada Allah, bukan kepada seorang jamaah yang berwajah Arab.

Mendengar ucapan Ustadz tersebut, tentara “syariah” tersebut pergi meninggalkan Ustadz bersama jamaahnya yang kembali membaca doa tawasul kepada Rasulullah saw.  

Tentu saja cerita tersebut membuat saya tertawa dan menjadi hiburan kala segelintir orang sedang ramai teriak parade tauhid. Dengan dalih tauhid, menyerukan agar umat Islam menyingkirkan Muslim Syiah dari NKRI. Dengan dalih tauhid, mengibarkan bendera ISIS. Itukah ciri orang beragama Islam yang ber-tauhid?  

Percayalah seruan demikian akan kembali kepada para penyerunya. Seperti tentara “syariah” di Madinah. Saya percaya bahwa keadilan Ilahi terwujud langsung di dunia. Setiap perbuatan akan kembali pada yang berulah. Karena itu, janganlah berulah dan melakukan sesuatu yang akan balik “menikam” dirinya sendiri.

[Ikhwan Mustafa adalah Kontributor Misykat]

 

 

Sun, 26 Feb 2017 @08:20

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved