BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Telaah Buku: Teologi dan Ajaran Shiah Menurut Referensi Induknya (1)

image

Dosen saya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, berkata kepada saya: Hamid Fahmi menerbitkan buku tentang Syiah. Setelah memperlihatkan sampul buku yang di-up load di group diskusi yang ia ikuti tertulis nama Hamid Fahmy Zarkasyi sebagai editor buku berjudul Teologi dan Ajaran Shiah Menurut Referensi Induknya. Segera saya menjawab: isinya bisa ditebak. Terlepas dari cara menulisnya yang jauh dari kaidah ilmiah walaupun Hamid mengklaim sebagai buku ilmiah, saya harus bersyukur. Sebab sekelompok santri Gontor telah mengangkat persoalan Syiah ke panggung polemik yang lebih kondusif untuk merangsang gairah pemikiran para santri dalam bentuk buku yang bisa dikritisi, daripada dalam bentuk pembekalan lisan yang sulit dibuktikan seperti yang selama ini dilakukan.

Segera setelah membaca kata pengantar Hamid saya mengontak dosen saya bahwa tebakan saya benar, walaupun Hamid mengklaim buku tersebut ditulis oleh para sarjana yang memiliki kapasitas untuk mengkaji serta menjelaskan teologi dan ajaran Syiah secara obyektif dan tetap berpegang pada al-Qur`an dan Sunnah. Dan, karenanya, buku ini hadir dengan wajah ilmiah (h. xv).

Sebelum saya tunjukan ktirik saya terhadap buku tersebut, perlu saya informasikan buku tersebut adalah himpunan makalah yang ditulis oleh para mahasiswa peserta Program Pengkaderan Ulama (PKU) ISID Gontor. Selain karya mahasiswa ada juga beberapa karya para dosen ISID yang lain, satu di antaranya adalah rekan seangkatan saya, alumni Gontor 92, Khalid Muslih. Selain karya dosen ISID, Hamid juga menggandeng beberapa koleganya di MIUMI yang beraliran Wahabi seperti Adian Husaini, Henri Salahuddin, dan Fahmi Salim. Semua nama-nama tersebut sudah tidak asing bagi para aktivis Wahabi di Indonesia. Agak sedikit mengherankan nyempil nama Idrus Ramli selaku pembela Ahlussunah wa al-Jama'ah ikut bergabung bersama para aktifis Wahabi. Padahal perbedaan keduanya sangat jauh bagaikan langit dan sumur. "Bayna al-samâ`i wa al-sumûri," kata Gus Dur. Meminjam lirik Ariel Paterpan (alm), "Ada apa denganmu, Idrus? Hanya Tuhan dan Idrus yang tahu jawabannya.

Apresiasi saya selanjutnya pada pilihan judul yang dipakai untuk menghimpun kumpulan makalah tersebut dengan tambahan kata menurut referensi induknya. Kesan pertama saya membaca judul buku tersebut: Begitu menggoda, selanjutnya, menggelikan. Menggoda, karena seolah-olah para penulisnya telah menelusuri dan memahami pelbagai referensi induk Syiah yang otoritatif sehingga Hamid menyebutnya sebagai akademisi yang berkapasitas untuk berbicara tentang Syiah. Dan menggelikan, karena ternyata metodologinya tidak ilmiah. Oleh karena itu saya sebut buku ilmiah yang tidak ilmiah. Setidaknya ada tiga poin --kalau tidak semuanya pasti ada salahsatunya menjadi ciri umum mereka yang menulis Syiah secara 'ilmiah', tidak terkecuali para kontributor buku yang digawangi oleh Hamid tersebut. Berikut akan saya sebutkan ciri umum mereka:

Pertama, mengutip sumber Syiah sepotong-sepotong dan melepaskannya dari konteks kalimat. Kedua, mengutip sumber Syiah dan memberikan makna yang dikarang sesuka hatinya. Orang Ponorogo bilang: sak pena'e wudele dewe. Ketiga, menyematkan apa saja kepada Syiah dengan menyematkan sumber-sumber imajiner yang hanya ada di alam mimpi, atau sumber yang tidak otoritatif,  atau tidak menyebut sumber sama sekali.

Ketiga poin di atas akan kita jadikan acuan untuk membaca buku tersebut. Dan untuk menilai benar-tidaknya ketiga asumsi di atas, kita harus membuktikannya dengan memakai standar ilmiah yang terakreditasi. Dan, karena itu, kita akan masuk pada bahasan berikut. (bersambung) 

Dr H.Muhammad Babul Ulum adalah Direktur Eksekutif LPII Muthahhari Bandung

 [Tulisan di atas diambil dengan izin dari penulisnya; mohon maaf rujukan catatan kaki dihilangkan untuk memudahkan pemuatan. Bagi yang ingin membaca utuh dengan rujukannya bisa dibaca satu disini dan dua di sini]

Tue, 15 Sep 2015 @20:17

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved