Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Telaah Buku: Teologi dan Ajaran Shiah Menurut Referensi Induknya (3)

image

Selain Bahrain, Hamid juga menyebut Syiah sebagai sumber konflik di Kuwait. Hipotesis seperti ini menunjukkan kalau Hamid adalah seorang yang tidak berwawasan --untuk tidak menyebut T-O-L-O-L. Hipotesisnya tidak sejalan dengan motto pendidikan di Gontor: berpengetahuan luas. Perlu Hamid ketahui bahwa di Kuwait tidak terjadi konflik sebagaimana yang terjadi di Bahrain dan Irak, seperti saya singgung di atas. Apalagi tuduhan bahwa konflik tersebut disebabkan oleh perkembangan Syiah. Semuanya itu hanya ada di alam mimpinya saja.

Di sini terbukti hipotesis no-3 yang saya sebut di awal tulisan ini  bahwa Hamid menyematkan apa saja kepada Syiah tanpa mengutip sumber atau mendasarkan pada sumber imajiner. Yang terjadi justru Syiah di Kuwait menjadi korban kebiadaban, lagi-lagi, kaum Wahabi dukungan Saudi. Sebuah Masjid Syiah di Kuwait City dibom oleh seorang Wahabi warga negara Saudi yang menyusup saat shalat Jum'at sedang berlangsung. Segera setelah itu, Raja Kuwait mengumumkan hari bela sungkawa.

Pertanyaannya, jika Syiah menjadi sumber konflik di Kuwait --bila benar terjadi konflik, lho-- sebagaimana tuduhan Hamid. Mengapa Raja Kuwait merasa nyaman shalat berjamaah dengan Syiah? Bahkan membiayai penguburan para Syuhada tersebut di Irak. Lalu, setelah itu, mengeluarkan perintah penutupan Stasiun TV Wishâl sebagai media penyebar kebencian antar sesama anak bangsa. TV Wishâl adalah stasiun TV milik Wahabi yang menebar banyak dusta dan hasutan dalam setiap program acaranya. TV ini di Indonesia mirip dengan TV Roja yang gencar menyebarkan paham Wahabi. Yang sebenarnya terjadi di Kuwait adalah bahwa Syiah menjadi korban agitasi yang disebar oleh pihak Wahabi yang merasa paling benar sendiri yang menghalalkan darah siapa yang tidak sepaham bahkan dilakukan dengan bom bunuh diri.

Dengan demikian, sekali lagi, hipotesis Hamid yang menyebut Syiah sebagai sumber konflik gugur dengan sendirinya. Dan, karena itu, karyanya tidak bisa disebut sebagai ilmiah. Konsisten dengan metode abductive dan untuk mengganti hipotesis Hamid yang tidak ilmiah, saya susun hipotesis baru: Bahwa sumber konflik di negara-negara Arab adalah menyebarnya paham Salafi-Wahabi yang didukung penuh oleh dua negara Wahabi: Arab Saudi dan Qatar. Hipotesis seperti ini saya susun berdasarkan fakta dan data dari sumber yang otoritatif bahwa Gerakan Wahabi adalah ancaman global. Hal ini terbukti semua tindak kekerasan dengan mengatasnamakan Islam pasti dilakukan oleh elemen Wahabi. Organisasi teroris seperti al-Qaidah, Taliban di Afganistan, Majelis Mujahidin dengan semua pecahannya di Indonesia semuanya beraliran Wahabi. Pelaku bom Bali, Mariot, dan semua tindakan teror di Indonesia pasti dilakukan oleh para teroris berpaham Wahabi. Semua yang saya tulis ini adalah fakta berbukti. Tidak seperti Hamid yang mengandalkan sumber fiktif saat menyebut konflik yang terjadi di Suriah adalah antara pemerintah yang Syiah dengan rakyatnya penganut Ahlussunah (h. ix).

Sekarang kita kembali ke Suriah. Sejak awal kemerdekaan Suriah tahun 1946 Suriah diperintah oleh Partai Ba'ats yang berideologi sosialis. Partai Baath adalah partai Nasionalis Arab yang didukung oleh mayoritas rakyat Suriah yang Plural; Kristen, Sunni, Syiah, Druz, dan lainnya.

Dengan demikian hipotesis Hamid tak terbukti. Dalam memandang konflik Suriah Hamid ingin mempertentangkan Sunni-Syiah. Padahal Said Ramdhan al-Buthi, ulama Sunni panutan termasuk pendukung utama pemerintah Suriah. Demikian juga mufti Suriah, Badruddin al-Hassun, adalah Ulama Sunni panutan. Bahkan sejak Suriah merdeka dari Perancis tidak pernah ada Ulama Syiah yang menjadi Mufti Suriah. Mufti sebelumnya, Ahmad Kaftaru, bukan Ulama Syiah. Jadi, hipotesis Hamid yang menuduh Syiah sebagai sumber konflik adalah salah besar. Saya punya hipotesis lain. Tapi, sebelum itu, ada baiknya jika kita kenali Suriah terlebih dahulu mengapa negara ini diobok-obok pihak luar.

Republik Arab Suriah walau tidak sekaya negara-negara Teluk Arab yang bergabung dalam GCC rakyatnya hidup secara berkecukupan. Sekolah gratis bahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Layanan kesehatan murah bahkan gratis bagi siapa saja yang tinggal di Suriah. Hanya di Suriah rakyat Palestina yang terusir dari tanah kelahirannya ditampung dan dijamin semua kebutuhan dasarnya. Tidak hanya dari Palestina, Suriah juga menampung para pengungsi dari tujuh negara Arab dan Non-Arab yang ter/diusir akibat konflik di negaranya. Kepada mereka disediakan tempat khusus di wilayah Yarmouk. Dibangunkan apartemen dengan fasilitas kebutuhan dasar yang bahkan lebih baik dari hunian kaum imigran dan tenaga kerja asing yang tinggal di pinggiran Riyadh dan Jeddah Saudi Arabia. Namun wilayah itu sekarang luluh lantak akibat masuknya pemberontak Wahabi yang didukung oleh elit HAMAS.

Padahal ketika Khalid Mishal, Ketua Politbiro HAMAS, terusir dari seluruh wilayah Timur Tengah, hanya Suriah yang menerimanya secara terbuka. Pendek kata, Suriah satu-satunya negara Arab yang membantu perjuangan rakyat Palestina secara nyata. Sementara negara-negara Arab lainya membantu sekedar pencitraan belaka. Saat semua negara Arab memperbaiki hubungan dengan Israel, Suriah enggan melakukannya. Israel memandang keberadaan Suriah mengancam keberadaannya di Timur Tengah. Karena itu Suriah harus dihancurkan, sesuai petunjuk protokol The Oded Yinon's Plan yang telah disusun oleh Zionis Internasional. (bersambung) 

Dr H.Muhammad Babul Ulum adalah Direktur Eksekutif LPII Muthahhari Bandung

[Tulisan di atas diambil dengan izin dari penulisnya; mohon maaf rujukan catatan kaki dihilangkan untuk memudahkan pemuatan. Bagi yang ingin membaca utuh dengan rujukannya bisa dibaca satu disinidan dua di sini]

Wed, 16 Sep 2015 @19:59

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved