Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Kebenaran Berdasar Argumentasi

image

Di dalam (mazhab) Syiah keyakinan didasarkan pada proses pencarian dan pembuktian kebenaran. Berbeda dengan Ahlussunnah yang didasarkan doktrin. Bagi Syiah, setiap individu memiliki kewajiban untuk melakukan proses pencarian kebenaran tersebut. Karena ke-Imanan hanya bisa diterima jika memiliki dasar argumentasi.

Jika kita baca karya Muthahhari dan Taqi Misbah Yazdi, kita bisa meringkas bahwa yang dimaksud keimanan adalah "Ketundukkan (Jasmaniyah, Aqliyyah dan Qolbiyyah) terhadap kebenaran". Kebenaran hanya bisa didapat melalui pembuktian baik Hissiyah, Aqliyyah, Fitriyyah, Kasyfiah maupun Wahywiyyah.

Yang paling mendasar bahwa dengan seluruh pembuktian yang telah sampai padanya yang menyampaikan dirinya pada tingkat Qath'i bahwa hal tersebut adalah benar dan dia tunduk pada kebenaran tersebut maka keimnanan tersebut dapat diterima apa pun bentuknya. Karena itu,  ada Qaidah Ushul menyatakan: "Qubh Iqab bila Bayan" (hal yang buruk menghukum tanpa adanya penjelasan sebelumnya).

JIka seorang mukallaf setelah melakukan proses pencarian kebenaran dan mendapatkan kebenaran hanya pada tingkat tertentu dan dia tunduk pada kebenaran tersebut dan itulah yang dia dapatkan hingga akhir hayatnya. Bagi mazhab syiah, dia adalah mukmin.

Imam Ali as ditanya tentang Khawarij yang memeranginya. Imam berkata "Mereka saudara kita yang seiman, tapi keliru dalam memahami kebenaran".

Mari kita terus menyempurnakan diri dengan mengeksplorasi ilmu tanpa henti. Kunci utamanya adalah ketundukan pada kebenaran (Qalb al-Saliim). Jika betul bahwa dirinya tunduk pada kebenaran maka dia akan terbuka pada siapa pun yang dapat menunjukkan bukti kebenaran.

Seperti pernyataan Imam Jafar as: "Nahnu Abna'u Dalil, Fa Ayna Dalilun Namiil" (Kami adalah putra-putra argumentasi, di mana saja argumentasi itu ada ke sanalah kami cenderung). Problemnya adalah kebanyakan orang bukan tunduk pada kebenaran, tapi pada ego dan nafsunya. Inilah sumber masalah sehingga terjadi pertikaian dan lainnya.

[catatan Ust. Kholid al-Walid]

Fri, 25 Nov 2016 @07:35

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved