AUDIO KAJIAN ISLAM

TATA CARA SHALAT

Buku Baru
image

 

Flash Disk OTG Kajian Islam
image

.

Facebook Misykat
image

.

BAHAN BACAAN (Buku PDF)
image

 

Mengapa Umat Islam Mudah Tersulut Hasutan yang Tidak Benar? [by Mulyadhi Kartanegara]

image

Saya masih belum bisa mengerti mengapa umat Islam sekarang ini mudah sekali tersulut oleh hasutan-hasutan yang belum tentu benar. Klaim kebenaran bahwa hanya pemikiran mereka yang benar yang lain pasti kelirunya, padahal untuk mengetahui jebenaran dari satu hal kecil saja begitu susahnya. Siapa kita menghukum kalau orang yang shalatnya sedikit berbeda dikatakan kafir? Yang mengetahui kafir tidaknya seseorang itu hanya Allah dan diri yang bersangkutan. 

Saya tidak lagi melihat toleransi terhadap perbedaan pendapat, pandangan dan keyakinan. Ketika Nabi Musa as memarahi seorang Baduwi yang meminta Tuhan supaya turun ke pangkuannya agar ia bosa menyisir rambut-Nya, justru Nabi Musa as mendapat teguran dari Allah karena ternyata Allah nenyukai ketulusan cintanya kepada Allah, dengan cara pandangnya yang sederhana. Padahal toleransi sesama umat yang beragam ini sangat penting sebagai penguat kersatuan dan kerukunan hidup sesama umat Islam, dan bahkan sesama warga dan penduduk Indonesia. 

Saya melihat bahwa kefanatikan tidak akan menyelesaikan masalah, kalau tidak malah mengeruhkan. Kebenaran adalah sedemikian rupa sehingga tak seorang pun dapat melihatnya secara betul-betul komprehensif. Karena itu, klaim mutlak kebenaran adalah tidak mungkin. Juga tak mungkin bahwa pandangan kita atau golongan kita itu benar 100 persen, sementara yang lain salah 100 persen. 

Karena itu, kita masih harus menyediakan tempat bagi kebenaran pihak lain. Ibarat orang yang menyentuh gajah ditempat yang gelap, maka masing-masing akan memberitakan gajah sebagaimna yang dapat ia sentuh, tapi bukan gajah secara keseluruhan. Jadi, kalau benar gajah seperti tiang bagi yang menyentuh kakinya, maka benar juga ia yang mengatakan bahwa gajah adalah seperti kipas bagi dia yang menyentuh telinganya, sekali pun kita tahu bahwa tiang dan kipas adalah berbeda. 

Kecenderungan umat Islam sekarang adalah memanfaatkan perbedaan untuk kepentingan agenda tertentu sehingga memecah belah umat, bukannya belajar dan menimba hikmah dan ibrah dari kekayaan intelektual dan spiritual yang mereka sumbangkan. Mungkin kita harus belajar dari musisi bagaimana mereka mampu mengharmoniskan nada yang berbeda-beda itu menjadi melodi yang indah.[] 

(dambil dari status Facebook Mulyadhi Kartanegara, Minggu 01 November 2015, jam 09.09)

Sun, 2 Feb 2020 @16:22

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved