Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Perbedaan antara Kebenaran dan Kebohongan

image

Sekarang ini situasi keagamaan di Indonesia sedang gencar dengan gerakan pembusukan ajaran Islam mazhab Syiah. Mereka ini adalah kaum takfiri, orang-orang yang mengkafirkan dan menyesatkan paham agama yang berbeda dengan paham mereka.

Gerakan takfiri bahaya untuk keutuhan dan persatuan bangsa. Apalagi umat Islam sekarang ini tidak semuanya mampu memilah informasi sehingga banyak yang mengikuti seruan takfiri hingga menyebarkannya. Seharusnya tidak langsung dipercaya, tetapi dicari kebenaranya supaya tidak jatuh dalam dosa besar berupa fitnah. Inilah yang harus dihindarkan oleh kita selaku umat Islam.

Berkaitan dengan ini, menantu Rasulullah saw: Imam Ali bin Abi Thalib ra pernah menyatakan bahwa perbedaan antara kebenaran dan kebohongan hanya berjarak empat jari antara telinga dan mata. Maksudnya, kebenaran yang terlihat dengan mata sendiri harus didahulukan daripada informasi yang didengar dari orang lain. Bisa saja orang yang menyampaikan itu tidak punya bukti yang ilmiah atau dengar lagi dari orang yang tidak jelas. Atau mungkin yang menyebarkan melalui media sosial itu memiliki tujuan dan maksud tersendiri sehingga kita terjebak dalam fitnah. 

Banyak informasi sekarang ini terkait dengan Islam mazhab Syiah yang harus dicek lagi, langsung kepada pengikut atau organisasi kaum Muslimin Syiah. Lakukan tabayun sebelum meyakininya. Kalau tak bisa tabayun tidak usah menyebarkannya. Cukup buang saja dengan hapusnya. Jika tetap dilakukan maka akan jatuh dalam fitnah, yang dalam ajaran Islam diibaratkan: memakan daging saudaranya sendiri. Sudah masuk dalam dosa, kanibal lagi. Jangan sampai yang demikian melekat pada diri kita. 

Sekadar mengutip pesan dari sahabat, menantu, dan khalifah setelah Rasulullah saw bahwa Imam Ali bin Abi Thalib ra berkata kepada Hujr bin Adi dan Amr bin Hamiq (Kitab Waq'ah Shiffin, Nasr bin Muzahim al-Manqari, Daarul Jayl, 1990, halaman 103):

"Aku tidak menyukai kalian menjadi orang yang melakukan sumpah serapah, pencaci maki dan orang yang berlepas diri (dari kebenaran). Namun jika kalian mengungkapkan perbuatan buruk mereka (musuh-musuh kita) lalu kalian menyebutkan perilaku mereka begini dan begitu, seperti ini dan seperti itu, hal itu lebih baik dalam perkataan dan lebih elok dengan menyampaikan alasannya. Namun lebih aku sukai lagi dan lebih baik bagi kalian jika kalian mengganti sumpah serapah kalian itu dengan ucapan 'Ya Allah, lindungilah darah kami dan darah mereka, perbaikilah hubungan di antara mereka, berilah petunjuk kepada mereka tentang kesesatannya agar mereka bisa mengetahui kebenaran dan agar siapa saja di antara mereka yang hanyut dalam kesesatan dan perbuatan buruk terhadap orang lain segera meninggalkannya'. Lalu mereka (Hujr bin Adi dan Amr bin Hamiq) berkata: 'Ya Amirul Mukminin, kami menerima nasehatmu dan kami akan beradab dengan adabmu'".

(Abu Misykat)

 

Tue, 16 Mar 2021 @12:01

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved