Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

Peristiwa yang Berujung pada Wafatnya Bunda Fatimah AS (1)

image

Tak lama setelah peristiwa Saqifah dan pemakaman jenazah Rasulullah, sebagian para sahabat dan Bani Hasyim tetap berada di rumah Fatimah AS, rumah Imam Ali As. Sejauh itu mereka tidak bersedia berbaiat kepada Abu Bakar yang baru saja terpilih sebagai Khalifah. Diantara mereka Abbas (paman Nabi SAW), Zubair, Miqdad, Talhah, Saad bin Abi Waqas, dan lainnya. 

Umar yang telah berhasil mengumpulkan banyak orang untuk berbaiat kepada Abu Bakar, termasuk Asid bin Hazir dan Salmah bin Salamah. Kedua orang ini akan muncul kembali pada penyerangan-penyerangan berikutnya.

Lalu Umar dan orang-orang itu mendatangi rumah Fatimah dan Ali dan menyuruh mereka yang berkumpul di  rumah itu untuk berbaiat kepada Abu Bakar seperti halnya yang lain. Menanggapi hal ini, Zubair bin Awwam mencabut pedangnya dan siap berhadapan dengan mereka. Umar menyuruh orang-orangnya mengatasi Zubair. Salmah bin Salamah meringkus Zubair, melucuti pedangnya dan menyerahkannya kepada Umar. Umar membuangnya ke tanah lalu mematahkannya. (Dalam riwayat lain peristiwa ini terjadi saat penyerangan kedua). 

Selanjutnya anggota keluarga Bani Hasyim yang hadir di situ dikepung dan dibawa kepada Abu Bakar yang berada di Masjid. Mereka diperintah untuk berbaiat kepada Abu Bakar seperti yang lain, kalau tidak pedang akan digunakan untuk memaksa mereka. Dalam keadaan tak berdaya seperti itu Bani Hasyim berbaiat kepada Abu Bakar. Namun Imam Ali tetap menolak berbaiat dan mengemukakan hal-hal yang menjadi alasannya untuk tidak berbaiat kepada Abu Bakar. 

Umar menanggapinya dengan merujuk kepada baiat yang sudah dilakukan oleh Bani Hasyim. Setelah Ali dan Bani Hasyim menanggapi, Abu Bakar berkata bahwa ia tak akan memaksa Imam berbaiat kepadanya. Abu Ubaidah membujuknya dan menyebutkan alasan alasan mengapa Abu Bakar dipilih, yang selanjutnya dijawab oleh Imam Ali dengan dalil-dalinya yang sangat meyakinkan. Hal itu membuat Basyir bin Saad Al-Ansari yang membantu melicinkan jalan bagi terpilihnya Abu Bakar di Saqifah, berkomentar sekiranya argumen-argumen Imam itu didengar oleh kaum Ansar sebelum mereka berbaiat tentulah mereka akan menerima dan memilih Imam. 

Imam menjawab apakah beliau harus meninggalkan jenazah Rasul demi memperebutkan kekuasaan. Juga beliau mengingatkan mereka yang hadir di Masjid tentang Deklarasi Al Ghadir dan meminta mereka bersaksi. Tidak kurang dari 12 Muhajirin yang juga pejuang Badar menyatakan kesaksian mereka. Zaid bin Arqam yang juga menyaksikan Al Ghadir namun tak maju bersaksi saat itu, berkata bahwa sejak saat itu ia buta karena ia menyembunyikan kesaksiannya. 

Keadaan makin seru dan memanas. Suasana makin bergemuruh karena suara dan komentar-komentar orang-orang yang hadir di situ. Umar khawatir orang-orang akan mulai mengalihkan perhatiannya kepada Imam Ali dan mendukungnya. Maka akhirnya ia membubarkan pertemuan.

(Dikirim oleh Abdi M.S. dalam group whatsapp Misykat, 13 Maret 2016)

Mon, 14 Mar 2016 @12:04

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved