Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Catatan Umroh: Dini Hari Baqi (1)

image

Dini hari Baqi selalu kurindu. Rabu pagi ini sudah kurencanakan berziarah. Baqi tempat teramat bersejarah. Baginda Nabi Muhammad Saw sering mengunjunginya, menyampaikan salam pada ruh kaum Mukminin yang telah berpulang. Pernah seorang sahabat bertanya mendengar Baginda Nabi Saw sedang berkata-kata. Tanyanya, "Bukankah mereka sudah meninggal dunia?" Jawab Baginda: Maa anta bi asma'i minhum. Tidaklah engkau lebih mendengar dari mereka.

Di Baqi disemayamkan jasad putra Nabi Saw, Sayyid Ibrahim. Putra Baginda dari Ibunda Maria al-Qibthiyya. Usianya sembilan bulan ketika dipanggil Tuhan. Baginda berduka. Ia kebumikan ananda tercinta di samping sahabatnya Utsman bin Mazh'un. Utsman terkenal sangat menyayangi anak-anaknya.

Di Baqi pula ada syuhada Uhud. Dari ratusan kaum Mukminin yang berjuang, 75 orang gugur. 71 dari sahabat Anshar dan empat orang dari Muhajir. Paman Nabi Sayyid Hamzah di antaranya. Luar biasa kesetiaan sahabat Anshar itu. Mereka belum lama mengenal Rasulullah Saw. Belum lama bersama Baginda, dan mereka sudah korbankan segalanya. Menerima ratusan Muhajir dari Makkah, menjadikan Baginda pemimpin di kota mereka, mengganti Yatsrib dengan memuliakan Rasulullah Saw, lalu berkalang tanah pula. Kemuliaan bagimu wahai Anshar. Tak ada yang dapat menghilangkannya darimu.

Sebagian yang terluka di Uhud dibawa pulang ke kota. Tak lama kemudian mereka meninggal dunia. Di Baqi mereka dimakamkan. Berdekatan dengan makam para syuhada Harrah. Sebuah peristiwa mengenaskan pasca tragedi Karbala ketika Madinah dikepung. Laki-laki dewasa dihabisi. Perempuan dianiaya dan anak-anak disiksa. Tak banyak yang mengungkap kisah duka itu. Baqi menjadi saksi bisu pertumpahan darah di kota Rasulullah Saw.

Di Baqi ada Siti Halimah as-Sa'diyyah. Ibu susuan Nabi Saw. Yang mencintai Nabi lebih dari keluarganya sendiri. Di Baqi ada Aqil sepupu Nabi. Ada Abdullah suami Sayyidah Zainab. Dan ada putri-putri didikan Nabi. Lalu ada Ummu Salamah dan para istri nabi.
Tapi kemana wajah kulayangkan pertama saat menyusuri pemakaman?

Shalat Subuh, aku mengambil tempat di belakang Babus Salam. Tak berani shalat dan Baginda ada di belakang. Dahulu, mimbar Imam tak pernah melewati batas dinding rumah Baginda. Hingga lebih dari seratus tahun lalu terjadi peralihan kekuasaan. Kini, empat atau lima saf di belakang Imam akan membelakangi pusara Baginda Saw.

Pintu masjid di sampingku sudah penuh. Askar hilir mudik menjauhkan orang-orang yang masih berusaha memasukinya. Dari pintu itu mereka bisa bergerak ke Rawdhah. Bongkah penuh berkah kejaran siapa saja yang ke Madinah.

Beberapa kali terjadi diskusi dari orang yang berusaha untuk masuk. Bisa diizinkan orang yang sudah menyimpan tas di dalam (misalnya dibawa temannya) atau yang keluar untuk berwudhu terlebih dahulu. Selainnya, pintar-pintar saja mengelabui. Mereka biasa duduk dulu. Kalau askar berpaling, dengan segera mereka masuk. Yang menarik, begitu askar shalat sunnah berduyun-duyun orang masuk ke dalam.

Madinah, 25 Maret 2016

‪#‎alwayssayshalawat
‪#‎UsMif@TPW
‪#‎UmrahZiarahRinduRasul

(Catatan diambil dari Facebook Enovita Miftah, 26 Maret 2016)

Sat, 26 Mar 2016 @08:20

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved