CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Wiladah Sayyidah Azzahra di Bandung Hadirkan Musik Tradisional Iran

image

Seorang kawan memberitahu bahwa di Muthahhari Bandung hari Sabtu, 2 April 2016, pagi akan digelar Wiladah Sayyidah Fathimah Azzahra. Saya pun berangkat penuhi undangan tersebut. Setiba di Aula Muthahhari, sudah terlihat antrean jamaah masuk dalam aula. Dekat parikiran saya melihat ada ulen bakar. Juga ada pisang bakar. Saya lihat orang-orang mengambilnya tanpa bayar. Saya pun ikut mengambilnya. Kemudian masuk kantin sekolah untuk minum yang hangat. Maklum masih pagi dan belum sarapan.

Terdengar suara shalawat mengalun. Tanda acara dimulai. Saya pun segera masuk saat alunan lagu dinyanyikan oleh tiga anak perempuan didampingi seorang bapak dengan wajah Arab. Suaranya merdu dan terasa nikmat saat alunan shalawat mengalun.

Di pintu ibu-ibu memberikan tas untuk sepatu atau sandal jamaah. Saya pun memasukan sandal pada tas tersebut (yang kemudian saat keluar aula diminta kembali oleh panitia). Saya memilih duduk di bagian tengah aula. Kawan saya menghampiri dan sedikit menyampaikan tentang kegiatan sabtu pagi hingga siang.

Pada spanduk di aula tertera bahwa Majelis Wiladah Azzahra diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) dan Yayasan Muthahhari. Disebutkan pengisi acara adalah Ustadz Jalaluddin Rakhmat dan penampilan musik dari Iran.

Dibuka dengan pembacaan Al-Quran surah Al-Insan yang dibaca bersama jamaah. Dipandu oleh seorang murid SMU Plus Muthahhari. Kemudian pembawa acara meminta jamaah untuk berdiri karena akan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan mars dan hymne Ijabi.

Terima Kasih Polisi

Ketua Umum Pengurus Pusat IJABI Syamsuddin Baharuddin membuka acara dengan sambutan yang menyatakan gembira karena bisa menyelenggarakan Wiladah Azzahra. Tidak lupa mengucapkan terima kasih untuk para polisi yang menjaga kegiatan Wiladah Azzahra.

Syamsuddin menyatakan bahwa pecinta Ahlulbait di Indonesia kini sedang dalam cobaan karena ada pihak intoleran yang berupaya menghalangi perayaan hari ulang tahun putri Nabi Muhammad saw.

"Di Bangil dan Riau, kegiatan Wiladah Sayyidah Fathimah mendapatkan tantangan berupa penolakan dalam bentuk demo dan memaksa agar tidak diselenggarakan. Kejadian tersebut merupakan musibah. Namun itu merupakan sarana untuk meningkatkan kesabaran sekaligus rasa syukur kepada Allah," kata Syamsuddin.

Selesai Ketua Umum PP Ijabi, sambutan beralih kepada konselor atase kebudayaan Republik Islam Iran: Rahimi. Pejabat Iran ini menyampaikan bahwa kerjasama Indonesia dan Iran selayaknya terus ditingkatkan hubungannya dalam bentuk tradisi dan kebudayaan. Karena itu pihak Iran mendatangkan tim musik tradisional Harfe Taze untuk memeriahkan hari kelahiran Sayyidah Fathimah putri Nabi Muhammad saw.

"Setiap orang punya tanggungjawab untuk mengisahkan Fathimah sebagai ungkapan sukacita dan mengambil teladannya. Sebab Fathimah mendukung dakwah Rasulullah saw dan setia pada Imam zamannya. Tidak hanya Syiah, Ahlussunnah pun sepakat bahwa Sayyidah Fathimah merupakan wanita Islam yang istimewa dan mempunyai peran luar biasa dalam sejarah Islam sehingga penting diperingati hari lahirnya. Saya bisa merasakan betapa beratnya keberadaan para pecinta Ahlulbait di Indonesia untuk menunjukkan kecintaannya," kata Rahimi dalam bahasa Parsi yang diterjemahkan oleh Ustadz Miftah Rakhmat.

Berlanjut dengan pementasan musik tradisional dan nyanyian dari grup Harpe Taze. Grup musik dari Iran ini sebelumnya telah manggung di Perpustakaan Nasional dan disiarkan salah satu televisi nasional di Indonesia. Grup Harpe Taze dengan peralatan yang dibawa dari Iran memaikan alat musik dan menyanyikan lagu dengan alunan mendayu berupa nyanyian pujian dan syair kecintaan dalam bahasa Parsi.

Selesai tampil Harpe Taze, tim musik dari IJABI tampil dalam bentuk kolaborasi musik tradisional dengan instrumental budaya Sunda. Sebagai bentuk kejutan, tim musik IJABI ini memainkan lagu “hey Iran Iran” yang terkenal di Iran dan salah seorang dari tim Harfe Taze berdiri menyanyikan lagu tersebut.

Selesai bernyanyi, kepala rombongan Harpe Taze menyatakan tidak menyangka bisa memainkan lagu tersebut.

Kedua tim musik kemudian foto bersama di antara, termasuk Ustadz Jalaluddin Rakhmat dan tamu Iran ikut serta untuk difoto. Yang menarik, dari tim musik IJABI menghadiahkan satu angklung kepada kepala rombongan Harfe Taze. Seorang pemain dari tim musik IJABI mengajari cara memainkannya. Karena gagal tidak bisa meniru, gelak tawa muncul dari jamaah yang memadati Aula Muthahhari. Kemudian diajari lagi hingga kepala rombongan itu bisa memainkannya dan disambut tepuk tangan jamaah.

Saya tertegun dengan perilaku dari kepala dari rombonga Harpe Taze yang saat menerima angklung langsung mencium alat tersebut. Saya tidak tahu makna dibalik itu. Mungkin itu bagian dari ekspresi gembira atas hadiah yang didapatkannya.

Berlanjut dengan cerama dari Ustadz Jalaluddin Rakhmat, pembacaan doa ziarah, dan menyantap makan siang. Selesai acara saya langsung pulang. Alhamdulillah, saya mengikuti kegiatan Wiladah Azzahra sampai akhir. (Ikhwan Mustafa/misykat.net)

Sat, 2 Apr 2016 @19:07

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved