Rubrik
Terbaru
MEDSOS Misykat

Fanpage Facebook  MISYKAT

YouTube Channel  MISYKAT TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

Informasi MISYKAT

Redaksi www.misykat.net menerima artikel/opini/resensi buku. Kirim via e-mail: abumisykat@gmail.com

TATA CARA SHALAT

Buku Islam terbaru
image

 

BAHAN BACAAN

From Suffering to Savoring: Buku yang Menyimpan Kekayaan Pengetahuan Tiada Tara (by Hernowo)

image

Apa yang disampaikan oleh almarhum Cak Nur tentang Jalaluddin Rakhmat ini tidaklah meleset. Menurut cendekiawan Muslim—yang semasa hidupnya dikenal memiliki keluasan ilmu dan juga sangat bijak dalam menghadapi persoalan hidup—bernama lengkap Nurcholish Madjid: “Jalaluddin Rakhmat adalah seorang intelektual yang komplet.” Pernyataan ini pernah disampaikan oleh Nurcholish Madjid dan kemudian dikutip oleh harian Kompas edisi 31 Oktober 1997. Kekompletan Jalaluddin Rakhmat kini dapat kita nikmati di buku terbarunya, Afkar Penghantar, yang terbit April 2016 lalu.

Bukan saja buku Afkar Penghantar itu menunjukkan kepiawaian Jalaluddin Rakhmat dalam menguasai ilmu-ilmu agama, ia juga dapat menjadi bukti tentang kepiawaiannya dalam menguasai ilmu-ilmu umum (beberapa orang menamakannya sebagai “ilmu sekular”). Bagi saya sendiri, Kang Jalal sungguh asyik jika memperbincangkan “ilmu” bahasa dan “ilmu” psikologi. Sengaja saya beri tanda petik untuk kata ilmu karena “ilmu” yang disampaikan Kang Jalal bukan ilmu yang kering, kaku, dan membosankan. Ilmu yang disampaikan Kang Jalal adalah ilmu yang basah, luwes, dan menggairahkan.

Kang Jalal senantiasa mampu menyampaikan kedua “ilmu” tersebut lewat bahasa yang renyah, gurih, dan mengandung hal-hal baru. Entah bagaimana beliau dapat menemukan hal-hal baru ketika berbicara tentang agama, bahasa, dan psikologi. Mungkin kesangatgemarannya membaca buku menyebabkannya kemudian memiliki bukan hanya wawasan yang sangat luas tetapi juga kosakata yang sangat kaya. Di tangan Kang Jalal, buku seakan-akan menyuarakan sesuatu yang pernah disuarakan oleh Walt Disney: “There is more treasure in books than in all the pirates' loot on Treasure Island and best of all, you can enjoy these riches every day of your life.”

Tentang kepakaran Kang Jalal terkait dengan bahasa sudah saya coba sampaikan dalam tulisan sebelum ini. Dalam kesempatan saat ini, saya ingin menyampaikan kepakarannya dalam bidang psikologi. Hal ini saya temukan dalam pengantarnya yang dibuat untuk buku Martin Seligman, Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif (Mizan, 2005). Judul pengantar Kang Jalal tersebut sungguh “menggigit”: “From Suffering to Savoring” dan diawali dengan ayat Al-Quran Surah Asy-Syams (91) ayat 8 dan 9, “Maka, Allah ilhamkan kepada jiwa (terkait dengan) keburukan dan kebaikannya. Sungguh berbahagia orang yang mengembangkan kebaikannya.”

Ayat tersebut dipilih oleh Kang Jalal untuk mengawali pengantarnya karena psikologi positif yang dirintis oleh Seligman memang berupaya mengubah paradigma “ilmu” tersebut: yaitu dari psikologi “bengkel” (yang mendiagnosis manusia dari kekurangan atau penyakitnya) menuju psikologi “pandai emas” (yang melihat manusia dari kelebihan dan kemungkinan meraih kebahagiaan). “Sungguh berbahagia orang yang mengembangkan kebaikannya,” merupakan gagasan-pokok psikologi positif yang dirintis Seligman dan kawan-kawannya.

“Secara singkat, psikologi positif ingin memberikan pandangan tentang manusia dari sisi lain,” tulis Kang Jalal di halaman 79. “Jika psikologi patogenis memusatkan perhatian pada penderitaan, psikologi positif berkepentingan dengan kebahagiaan. Jika psikologi selama ini hanya berkutat dengan sifat-sifat buruk manusia, psikologi positif ingin menampilkan sifat-sifat indah dari manusia. Manusia bukan hanya makhluk rakus, homo avarus, yang menentingkan diri sendiri, melainkan juga makhluk hidup yang tidak bisa hidup normal tanpa mencintai dan dicintai. Di balik awan kelabu kehidupan manusia—betapapun gelapnya—selalu tersisa garis-garis perak. Tugas psikologi positif adalah mempertegas garis-garis perak itu.”

Tak hanya di pengantar untuk buku karya Martin Seligman, Authentic Happiness, Kang Jalal bicara ihwal psikologi dalam perspektif yang segar dan baru. Kang Jalal juga menulis buku Meraih Kebahagiaan yang sarat akan referensi buku psikologi. Juga ketika Kang Jalal membicarakan kecerdasan puncak manusia, SQ. Menurut Kang Jalal, buku Martin Seligman tersebut bukan hanya buku ilmiah. “Buku Seligman akan membukakan cakrawala kemungkinan yang tidak terbatas,” tegas Kang Jalal di bagian akhir pengantarnya.

Betapa mengasyikkannya dapat membaca buku yang mampu membuka kan cakrawala kemungkinan yang tidak terbatas? Alhamdulillah.[]

(Diambil dari Facebook Hernowo, 6 Mei 2016)

Fri, 6 May 2016 @20:32

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved