Rubrik
Terbaru
YouTube Misykat TV
image

.

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

TATA CARA SHALAT

Buku Baru
image

 

Flash Disk OTG Kajian Islam
image

.

Facebook Misykat
image

.

BAHAN BACAAN (Buku PDF)
image

 

Miftah Fauzi Rakhmat: BAGAIKAN DEBU TERTIUP ANGIN (3)

image

Beberapa hari yang lalu, adik saya memposting sebuah video di grup keluarga. Perihal keluarga yang membanggakan saudaranya yang telah gugur di medan laga. Keluarga yang bangga karena punya saudara yang syahid di jalan agama. Dan saya melihat keluargaku…berharap pada Allah Ta’ala kemuliaan yang sama. Iri rasanya melihat keluarga-keluarga itu punya foto yang mereka banggakan. Tak mungkin meraihnya tanpa melepaskan diri dari keterikatan duniawi itu. Itulah qalbun salim. Itulah jalan yang dihamparkan para imam dari keluarga Rasulullah Saw. Itulah jalan Sayyidah Fathimah sa. Pengorbanan dan keikhlasan.

Mohon doa Ibu dan Bapak semua. Terima kasih atas semua ungkap cinta. Semua perhatian dan doa selayaknya terhantarkan pada kedua orang yang telah mengantarkan saya ke dunia: Mamah dan Bapak. Kewajiban saya teramat besar pada mereka. Hanya doa bingkai pigura yang mereka pegang bergambar wajah saya yang saya harap dapat membahagiakan mereka. Bila Ibu dan Bapak beroleh kebaikan karena kehadiran saya, itu karena mereka. Lalu istri saya yang telah setia mendampingi saya. Semua doa Ibu dan Bapak saya aminkan juga untuknya. Ia sudah sangat bersabar menemani saya dalam berbagai keadaan. Ia pula telah menghadirkan bagi saya rumah dan keluarga yang menenteramkan. Terima kasih saya juga untuk semua saudara di keluarga, dan saudara yang tidak dilahirkan Ibu saya.

Sungguh, saya miris dan waswas, di usia keempatpuluh tahun ini. Seperti musisi piawai yang mengetahui sumbangnya nada gitar saya, setan sudah mengintai dan siap memangsa kapan saja saya lengah. Bila ada doa khusus dari Ibu dan Bapak yang saya mohonkan, adalah untuk menghalau tipuan setan atas saya itu. Saya sangat percaya ketulusan doa Ibu dan Bapak. Semoga jalan setelah ini adalah jalan yang menjauhkan saya dari setiap keburukan yang pernah saya lakukan. Dari setiap kejahilan yang pernah saya amalkan. Dari setiap dosa yang karenanya saya mohonkan ampunan.

Di pertengahan jalan antara Najaf dan Karbala saya menangis. Mata saya terhunjam satu tulisan, “Berbuat dosa, adalah mengucapkan selamat tinggal pada Al-Husain as…”

Aduhai sungguh Tuhan tahu, tak pernah ingin kuucapkan selamat tinggal pada Mawla. Bi Abi Anta wa Ummi! Tak akan pernah, selamanya!

Bila debuku terbang dibawa angin, biarlah ia singgah di kelebat selendangnya. Aduhai, karunia teramat besarnya!

Terima kasih Ibu dan Bapak, asaatidz wal ahibba, saudara semua atas semua ungkap cinta. Doa saya semoga Ibu Bapak, saudara semua tak pernah berpisah dengan para teladan kekasih hati, selamanya. Mohon mengingat saya kelak di haribaan mereka. Terima kasih!

“Dan Kami perintahkan manusia untuk berbuat baik pada kedua ibu bapaknya. Ibunya mengandungkannya dalam derita, dan melahirkannya dalam derita pula. Mengandungnya dan menyapihnya tigapuluh bulan lamanya. Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empatpuluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Kauberikan padaku dan kepada Ibu Bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan padaku dan pada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Al-Ahqaf [46]:15). []

#alwayssayshalawat
#UsMif@TPW

(7 Mei 2016)

Sun, 8 May 2016 @15:17

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved