AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Siapakah Dia yang Berbaring di Ujung Malam [KH Jalaluddin Rakhmat]

image

Siapakah dia yang berbaring di ujung malam 
dengan napas yang berat dengan mata yang sukar terpejam? 
Ia menatap jauh ke langit yang kelabu 
kepada bintang yang berlomba ke peraduan

Ia mematung dipagut sepi yang mencekam
Musuh-musuh mengepungnya 
Kawan-kawan meninggalkannya 
Pedangnya telah mengejutkan para penindas 
Kasih sayangnya telah menentramkan para tertindas

Seorang demi seorang 
para kekasihnya dipanggil ALLAH 
Kini ia menyendiri 
menanggung derita yang tak terhenti

Makin sedikit 
orang yang mau berbagi kesedihan
dengan mereka yang diterkam kezaliman 
Makin banyak 
orang yang tertawa renyah 
menginjak mereka yang bersimbah darah

Sekejap ia tertidur; 
melihat Al Musthofa, ia menyapa: 
"Ya Rosulullah, telah banyak aku menderita karena perlawanan umatmu. 
Ya ALLAH, berilah aku sahabat-sahabat baru 
yang lebih baik dari mereka"

Dini hari yang pekat disobekkan geletar halilintar 
Gerimis pagi dan dedaunan kering berjatuhan 
Debu-debu sahara hinggap perlahan-lahan
Burung-burung kecil mencicit melagukan kepedihan

Siluet cahaya bergerak menuju mesjid 
Kepalanya merunduk ke rerumputan 
yang rebah menunggu duka 
Kakinya dengan lembut mengetuk bumi 
yang gemetar menghantar iba 
Matanya memandang gemintang 
yang sembunyi mengintip nestapa

Di relung mihrab, 
ketika ruku', 
dalam Quranul Fajr 
kepala bijak itu ditebas pedang Ibn Muljam
darah segar mengalirkan kehangatan ke wajahnya, 
ke janggutnya, 
dan ke seluruh anggota badannya

Ia tersenyum indah menggumamkan zikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH 
Gerimis pagi dan dedaunan berzikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH 
Debu-debu sahara berzikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH 
Burung-burung kecil berzikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH 
Alam semesta beryikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH 
Bercak-bercak darah jatuh ke bumi berzikir: 
ALLAH, ALLAH, ALLAH

Duapuluh satu Romadhon empat puluh Hijriyah 
Bumi Kufah mendekapkan ke perutnya 
Orang yang berbaring di ujung malam 
Syahid mihrab karena pedang Ibn Muljam 
Kekasih sang malang musuh penguasa kejam 
Perintih sepi penggumam dalam kelam 
Amirul Mukminin Ali bin Abitholib 'alaihi salam

(Jalaluddin Rakhmat)

Sun, 26 Jun 2016 @13:07

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved