AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Catatan Ustadz Miftah Rakhmat: Niat Seorang Mukmin

image

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Ada hadits dari Baginda Nabi Saw yang cukup populer, “Niyyatul mu’min khairun min ‘amalihi.” Niat seorang beriman lebih baik dari amalnya. Sekolah-sekolah Muthahhari mengisi liburan dengan lokakarya dan workshop guru. Pada mereka saya sampaikan hadits itu dan bagaimana saya memaknainya.

Bagi saya, niat itu bukan sekadar tekad dalam batin atau ikrar dalam lisan, tapi segala persiapan kita untuk sebuah amalan. Guru-guru bersiap untuk pembelajaran yang jauh lebih baik, ia termasuk niat itu. Sekian minggu anak-anak berlatih untuk dua jam pementasan, ia termasuk niat itu. Rapat panitia untuk sebuah acara, ia termasuk niat itu. Berpuluh tahun hidup adalah niat untuk satu detik amalan: kematian.

Sebagaimana pula hari-hari di bulan suci. Hari ini kita menyambut sepuluh malam terakhirnya. Tak terasa, jamuan ruhani itu akan segera berlalu. Bila tak beroleh ampunan di bulan ini, maka bulan yang mana lagi? Bila tak khatam Al-Qur’an di bulan ini, maka kapan lagi? Bulan Ramadhan bukan bulan persiapan, ia bulan memetik hasil. Bersiap sedianya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Demikian pula sepuluh hari terakhir. Alih-alih memetik hasil dengan bersiap duapuluh hari sebelumnya, kita malah menjadikan sepuluh hari yang tersisa sebagai pintu darurat kita: sebuah contingency plan yang sudah kita siapkan sejak awal mula. Di dalamnya, ada malam kemuliaan, malam qadar yang diagungkan. Kita gabungkan diri kita dengan barisan orang yang putus asa. Bila orang lain datang dengan bekal peribadatan, saya menjemputnya dengan taubat yang berulang kuucapkan. Bukanlah ia permohonan ampunan, bila masih juga dilakukan. Bila yang lain menghadapkan pahala perkhidmatan, saya membenamkan diri dalam rasa malu dan kekurangajaran.

Betapa tidak. Malam qadar adalah satu di antara malam itu. Bahkan yang paling utama. Malam qadar bukanlah malam menanam benih. Ia malam memetik hasil. Malam qadar adalah malam puncak. Malam laporan. Ibarat belajar, ini saat kita menyampaikan apa yang sudah dilakukan.

Pada malam qadar, kita berwasilah dengan Al-Qur’an, memohonkan pada Allah Ta’ala segala perkenan. Tetapi…tunggu dulu. Beranikah kita membuka kitab suci itu, menghamparkannya di hadapan mata kita, sedang kita tidak memuliakannya? Sedang kita tidak menunaikan haknya. Sedang waktu kita dihabiskan bukan untuknya. Adakah kita yang dikeluhkan Baginda Nabi Saw di hari akhir nanti karena telah menelantarkannya, seberapa pun besar cinta Baginda Saw untuk kita, Baginda akan adukan kita di hadapan Tuhan karena tidak memuliakan Al-Qur’an. Berwasilah dengan Al-Quran setelah kauhadirkan apa yang kaulakukan dengannya.

Lalu tiba giliran para teladan suci. Pada malam qadar, kita berwasilah dengan orang-orang saleh para teladan kekasih hati. Masih beranikah bibir menggumamkan nama Baginda Saw, padahal shalawat tak hiasi lisan setiap hari? Akankah bertawassul dengan Amirul Mu’minin as, ia yang gugur di malam qadar yang agung? Pelihara anak yatim sepeninggalku, ujar Imam. Adakah kita mengamalkannya? Bagaimana mungkin hendak menyeru Ibunda Fathimah salaamullah ‘alaiha, sedang kenangan akannya tak hadir dalam keseharian kita? Masih berani kausebut nama Imam Hasan as, dan tak satupun riwayat yang kauhafalkan darinya? Lalu apa yang sudah kaulakukan untuk para teladan suci dari keluarga Nabi Saw?

Bukankah doa diangkat oleh amal saleh. “…kepadaNya naik kalimat-kalimat yang indah, dan amal salih menariknya (lebih tinggi…)” (QS. Faathir [35]:10) Seperti kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua yang gelap. Mereka berdoa, dan mereka berwasilah dengan amal baik yang telah mereka lakukan, lalu pintu pun sedikit demi sedikit terbuka.

Renungkan mulai malam ini, amal baik apa yang sudah kita lakukan untuk Al-Qur’an, untuk para teladan? Malam qadar adalah malam laporan. Selama setahun penuh, apa yang sudah kita lakukan untuk mereka? Apa yang sudah kita hadiahkan untuk mereka? Beranikah diri menggumamkan nama mereka sebelum pinta? Masihkah berharap pintu gua dibukakan dan tiada amal yang disembahkan?

Saya tidak tahu dengan saudara. Saya datang tanpa catatan amal itu. Saya menjemput malam qadar dengan memaksakan diri melawan malu. Pada siapa lagi pendosa datang kalau tidak pada Mawlanya. Tuhan yang teramat pengasih itu masih juga memberikan secercah asa. Diingatkannya kita melalui para teladan agar senantiasa berziarah pada junjungan para syuhada. Pada malam-malam yang utama, dan malam qadar di antaranya. Ia yang dengan gugurnya, dihidupkan ajaran dari kematiannya.

Maka saya akan datang dengan mengenang setiap derita. Setiap derita mereka yang berusaha mencintainya. Setiap kesulitan untuk meneriakan dengan lantang namanya. Setiap kenangan akan orang seperti Amjad Sabri, Hasan Syahatah, dan Syeikh Nimr yang menjemput kematian karena kecintaannya. Setiap tantangan untuk memperingatinya. Izinkan ya Allah…izinkan kujadikan itu semua penghantar, sebelum kuhatur doa. 

Seperti malam yang gelap, akan kuceritakan perjalanan pengusung panji hitam duka itu. Lalu kupanjatkan pinta, agar dikuatkan senantiasa, penantianku menyongsong fajar keselamatan itu. Fajar yang karenanya para malaikat diturunkan. Fajar yang sinarnya akan menghapus semua kegelapan.

Malam laporan ini, aku datang tanpa persembahan. Tak ada yang kulakukan sebagai niat pengantar amalan. Harapku tinggal satu: agar cahaya cinta itu tak pernah hilang. Agar dengannya kuhadapi setiap kesulitan. Agar kupupuk bekal untuk malam yang dirindukan.

Kelak, ketika malam qadar menjelang, akan kuhaturkan semua itu di hadapan, sebelum pinta kupanjatkan. Dan Ya Allah, pintaku hanya satu: panjangkan, dan kekalkan perkhidmatan. Perkenankan malaikat mengantarkan itu semua kembali kepadaMu. Dan dengannya, kunanti fajar keselamatan.

Hanya itu yang kumohonkan. Cahaya fajarMu membasuh luruh seluruh kegelapan. Aduhai alangkah indahnya…alangkah indahnya.

Sampaikan aku pada berkas fajar itu.

@miftahrakhmat

Sun, 26 Jun 2016 @13:22

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved