AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

MEMBAYANGKAN INFAK PUASA SEBAGAI GERAKAN BERSAMA

image

 

Sebuah perjalanan jauh, jika dilihat sebelum dimulai, mungkin akan terasa lama. Apalagi jika perjalanan itu dibayangkan sebagai hal yang tidak dinikmati... Namun, ia akan terasa sebagai kilat saja, jika lihat dari ujung perjalanan, saat perjalanan sudah berakhir, atau baru akan berakhir.
Demikian pula kewajiban shiyam di bulan Ramadhan ini. Sudah banyak kata dan kalimat suci tentang Ramadhan dan puasa kita dengarkan. Kata indah, kalimat indah, nasihat indah, sudah bertebaran. Sebagian besar disampaikan berulang-ulang tiap tahun, dengan materi bahasan yang sama, dan itu-itu juga... Sebagian kecil saja yang mungkin sama sekali baru, tapi entah apa (karena kebanyakan yang kita dengar adalah kita lupakan atau tidak kita pedulikan)...
Bahwa puasa itu bukan hanya menahan makan, minum dan hal-hal lain yang membatalkan, sejak fajar hingga waktu berbuka, sudah sering kita dengar. Menahan makan dan minum pada siang hari itu mudah, dan sudah biasa kita lakukan (kecuali bagi yang sakit). Anak anak kecil banyak yang sanggup melakukannya tanpa kendala.
Yang masih sulit kita lakukan adalah mengurangi nafsu saat berpuasa Ramadhan. Dan kita sama-sama tahu ini, menyadari ini, mengakui ini. Sebagai misal, anggaran makan harian saat berpuasa Ramadhan, bukannya berkurang dari hari-hari biasa. Bisa mempertahankan budget yang sama saja sudah bagus dan "elit". Karena yang sering terjadi, anggaran harian puasa Ramadhan malah lebih dari sebelumnya. Kecuali orang-orang tertentu yang sedang diuji kesempitan, kebanyakan orang menambahkan anggaran hariannya saat berpuasa sekalipun mungkin tidak menyadari atau menghitungnya.
Maka, jangan bayangkan puasa sebulan Ramadhan sebagai upaya penghematan. Yang ada adalah pembengkakan. Dan itu baru dalam urusan makan-minum, seputar perut. Belum tentang yang lain-lainnya.
Apalagi, untuk saat ini, jangan bayangkan puasa sebulan Ramadhan sebagai gerakan pemberdayaan dan pembangunan. Ini mungkin masih terdengar mewah.
Setiap tahun, sebulan puasa umat Islam nampaknya masih seperti ini, sama, serupa, dan terus berulang-ulang begitu.
Sekalipun uang yang berputar sangat besar dan berlipat di bulan ini, namun belum pernah terdengar misalnya puasa Ramadhan sebulan berhasil membangun sekian masjid yang terbengkalai, atau membangun sekian sekolah, membeasiswai ribuan siswa dan mahasiswa (tak mampu atau berprestasi) sepanjang tahun, membangunkan rumah bagi para marbot masjid, atau orang-orang fi sabilillah, atau para tunawisma, membangun jalan, membebaskan lahan untuk pemakaman masyarakat umum, dan lain sebagainya...
Setidaknya telinga saya sendiri, belum mendengar puasa Ramadhan sebulan di sebuah kawasan berhasil melakukan itu tadi.
Mormonisme, sekte minoritas Kristen berpuasa seminggu sekali, sepanjang tahun. Sekitar 50 kali mereka berpuasa selama setahun. Dan budget harian mereka saat berpuasa disumbangkan, dengan dikumpulkan dan dikelola secara kolektif. Mereka berpuasa, memang benar-benar berpuasa makan minum, termasuk mengeluarkan belanja makan hariannya dari kehidupannya. Hasilnya, dalam setahun, mereka berhasil mengumpulkan tidak kurang dari 6 Milyar dolar US. Uang sebanyak itu mereka gunakan untuk charity ke seluruh dunia, termasuk Indonesia... Setiap tahun....!!!
Bagaimana dengan kita umat Islam ini? Kita tentu belum sejauh itu bertindak dan memperlakukan puasa Ramadhan yang sebulan ini. Seandainya kita menyisihkan anggaran makan harian keluarga 10% saja, dan itu dijadikan gerakan massif, diprogram by design, maka hasilnya sangat luar biasa...
Jika rata-rata sebuah keluarga dg jumlah 5-6 jiwa, setiap hari menghabiskan uang makannya 100 ribu saja, maka 10% nya hanya 10 ribu per hari. Dikalikan 30 hari selama Ramadhan, sebuah keluarga bisa menyisihkan 300 ribu. Ini bukan zakat, bukan zakat fitrah. Kita sebut saja namanya, INFAK PUASA, karena berniat memperbaiki kualitas puasa yang masih berbalut nafsu perut ini.
Jika sebuah masyarakat, atau komunitas, atau ormas, beranggotakan 10.000 orang saja, yang sama-sama ikut program Infak Puasa ini, maka 3 milyar sudah bisa terkumpul hanya dari satu kali Ramadhan saja. Maka, program-program sosial, pendidikan, charity, pembangunan dan lainnya, bisa diwujudkan dengannya...
Di negeri ini ada banyak ormas dengan jumlah warganya jutaan orang. Ada yang bahkan sampai 30- 50 jutaan orang. Seandainya mereka menggulirkan gerakan infak puasa ini, baik tuk kalangan mereka sendiri maupun dibuka umum, tuk program-program pemberdayaan dan pembangunan warga mereka saja, akan luar biasa...! Wow pisan...!
300 ribu x 10 juta warga sebuah ormas saja, sudah 3 Trilyun, dalam sebulan Ramadhan saja, dan baru dari infak puasa saja...
Ah, ini masih mimpi... Pastinya itu membutuhkan leadership dan keberanian menerobos... Dan sosiologi ormas kita nampaknya masih belum di jalur ini.
Namun, setidaknya masing-masing orang sudah mulai memikirkan ini. Pertama, untuk memciptakan nilai tambah bagi puasa tahunan kita. Kedua, menjadikan puasa Ramadhan (dan puasa-puasa sunnah lain sepanjang tahun) sebagai gerakan pendidikan, sosial, pemberdayaan dan pembangunan...
Mulai dari rumah sendiri... Keluarga sendiri. Dan kita uji diri sendiri... Agar kata-kata dan nasihat indah selama Ramadhan itu mulai bermakna, bukan sekadar hiburan atau parade dakwah dan tawshiyah semata...
Siapkan kaleng kosong atau sejenisnya. Dan sisihkan setiap hari puasa Ramadhan ini, 10% saja dari belanja harian. Jika sudah terlewat sekian hari, hitung saja kali sekian, dan langsung masukkan ke kencleng. Jangan terlalu banyak mikir. Di akhir Ramadhan, salurkan untuk program sosial masing-masing dulu. Bisa juga berikan ke masjid di masyarakat yang sedang membangun, misalnya..
Ramadhan belum berakhir. 
Maka, mulai sekarang...!
(Tahun depan beda lagi)
Semoga saya tidak sedang mimpi siang ini.... ***
22 Ramadhan 1437
27 Juni 2016
Ashoff Murtadha

 

 

Sat, 19 May 2018 @10:10

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved