Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Memahami Pendekatan Antar Mazhab

image

Ada dua ranah yang seharusnya tegak dalam menguatkan pendekatan antar mazhab: 1) Ranah Intelektual; dan 2) Ranah Ruang Publik. Kedua ranah harus berjalan seimbang.

Ranah intelektual adalah ranah yang sifatnya terbatas, hanya menyentuh para intelektual/ulama dan dialektikanya dalam ruang-ruang ilmiah. Tujuannya adalah saling memahami posisi intelektual masing-masing. Apakah mungkin terjadi konversi? Sangat dimungkinkan. Namun konversi keyakinan bukanlah tujuan.

Ranah ruang publik lebih menitikberatkan pada kerjasama sosial dengan tujuan saling menguatkan dan terciptanya persatuan Islam. Pada titik ini, permasalahan perbedaan diabaikan demi terjalinnya kohesivitas. Terlarang bagi satu mazhab mengumbar penistaan terhadap simbol-simbol suci mazhab lain. Kohesivitas antar mazhab adalah modal sosial bagi umat Islam untuk melawan anasir eksternal dan internal yang berusaha melemahkan Islam. Kedua ranah ini harus berjalan bersama. Mengabaikan ranah intelektual demi ranah ruang publik menafikan hasrat suci kemanusiaan sebagai makhluk yang memiliki naluri rasa berpengetahuan dan mengembangkan pengetahuannya.

Namun pada saat yang sama, ranah intelektual jangan meluas hingga keluar dari sifat kekhususannya (hanya intelektual/ulama dan ruang ilmiah terbatas). Ruang pembicaraan dan dialog tidak boleh menyentuh mereka yang tidak berkompeten.

Beginilah seharusnya kita menjaga Islam kita dan merawat perbedaan sebagai rahmat dari Allah swt. Perbedaan adalah kekuatan bukan sesuatu yang seharusnya ditakutkan. Perbedaan adalah keniscayaan. Bagaimana manusia mengelola perbedaan adalah kekhasan manusia sebagai makhluk yang melampaui malaikat. Perbedaan bukanlah masalah karena perbedaan adalah sunnatullah. Yang menjadi masalah bagi kita semua adalah bagaimana kita menyikapi dan mengelola perbedaan itu.

Sebagai catatan akhir, mengelola perbedaan dalam setiap agama memiliki aturan dan teknik tersendiri. Tujuan utama bukanlah perbedaan, namun kemaslahatan bersama. Perbedaan harus dikelola agar maslahat bersama tersebut bisa diraih. Bila perbedaan menghasilkan pertumpahan darah maka yakinlah bahwa perbedaan tersebut telah dipolitisasi dengan tujuan merusak Islam.

Kewaspadaan terhadap anasir (eksternal dan internal) yang mempolitisasi perbedaan demi memecahbelah umat mutlak dilakukan. Kenalilah mereka dan lawanlah. ***

Muhammad Ashar,  penasihat PW IJABI Sulawesi Selatan dan Doktor bidang Sosiologi

 

Fri, 26 Jun 2020 @19:33

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved