Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Wahsyah dan Unsi: Shalat untuk Mayyit

image

Secara harfiah wahsyah berarti kesepian, kesedihan, atau melankolis. Suasana ini akan dilalami oleh setiap manusia yang meninggal dunia. Saat masuk liang lahat (kuburan) kemudian malam pertama di alam barzah itu seorang mayyit akan mengalami suasana kesepian. 

Sebagai bentuk “hadiah” atau “perhatian” untuk almarhum/almarhumah maka keluarga dan orang Islam yang peduli dianjurkan melakukan shalat wahsyah. Hal ini sesuai dengan sejumlah riwayat yang kredibel dan khusus dilakukan pada malam setelah pemakaman. Shalat wahsyah ini dilakukan dua rakaat setelah shalat maghrib. Niatkan untuk mayyit dengan sebut nama disertai nama ayahnya (misalnya: fulan bin fulan). 

Ayatullah Udzma Sayyid Muhammad Husein Fadlullah (Allahu yarham) menyebutkan ada dua bacaan untuk shalat wahsyah, yang bisa dipilih salah satu untuk dilakukan.

Satu

Pada rakaat pertama setelah takbir membaca al-Fatihah dan Al-Baqarah (ayat 255 -257). Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, tawaruk (duduk di antara dua sujud) dan sujud. Setelah itu berdiri untuk rakaat kedua. Pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan al-Qadr (10x). Selanjutnya melakukan rukuk, i'tidal, sujud, tawaruk, sujud, iftirasy (tasyahud) hingga salam.

Dua

Pada rakaat pertama setelah takbir membaca surah al-Fatihah dan al-Ikhlas (2x). Dilanjutkan rukuk, itidal, sujud, tawaruk, dan sujud. Kemudian berdiri lagi untuk rakaat kedua. Membaca surah alfatihah dan at-Takasur (10x). Lalu rukuk, itidal, sujud, tawaruk, sujud, iftirasy hingga salam.

Setelah mengucapkan salam kemudian membaca doa berikut: Allahumma shalli 'alâ Muhammadin wa ãli Muhammad, wab‘ats tsawâbahâ ilâ qabri dzâlikal mayyit ... (sebut nama almarhum/almarhumah bin nama ayahnya). 

Shalat Unsi

Sekadar diketahui bahwa shalat wahsyah dilakukan juga oleh Ahlussunnah dari kaum Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal dengan Shalat Unsi. 

Dilakukan dua rakaat. Setelah takbir membaca surah Fatihah membaca ayat Kursi disambung membaca surah al-Ikhlas dan at-Takasur. Masing-masing dibaca sekali. Pada rakaat yang kedua pun sama. Setelah salam akhiri dengan doa khusus untuk orang yang meninggal dunia. 

Terkait dengan shalat wahsyah atau shalat unsi, ada ikhtilaf tentang yang berhak shalat dan waktu pengerjaannya. Ada ulama yang menyatakan harus dilakukan oleh keluarga yang wafat pada malam pertama setelah dikuburkan setelah shalat maghrib. Juga ada yang membolehkan dilakukan oleh siapa pun (meski bukan keluarga) dengan waktu setelah shalat maghrib.

(Ikhwan Mustafa)

Thu, 12 Apr 2018 @16:42

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved