MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kang Jalal dan Babul Ulum Uraikan Hadis Ghadir Khum

image

Ghadir Khum dalam sejarah Islam merupakan satu peristiwa penting bagi umat Islam, terutama kaum Muslim Syiah. Dalam peristiwa yang terjadi 18 Dzulhijjah ini Rasulullah saw menegaskan kedudukan Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin.

Peristiwa yang terkait dengan Ghadir Khum tercantum dalam berbagai kitab, baik sejarah atau sastra dan kamus Arab, yang disebutkan Ali bin Abi Thalib sebagai washi Rasulullah saw. Tidak hanya diriwayatkan oleh Syiah, juga Ahlussunnah. Hadis ghadir Khum termasuk dalam kategori mutawatir dengan jalur yang banyak dan rawi-rawi yang terpercaya.

Pernyataan tersebut dipaparkan oleh Dr Jalaluddin Rakhmat, yang biasa disapa Kang Jalal, dalam peringatan Idul Ghadir di Aula Muthahhari Bandung, selasa malam rabu (20/09/2016).

Sebagai intelektual, Kang Jalal membuktikan kebenaran dari peristiwa Ghadir Khum ini melalui riset ilmiah dalam bentuk desertasi doktoral di UIN Alauddin Makassar dengan judul Asal Usul Sunnah Sahabat: Studi Historiografi atas Tarikh Tasyri. Dalam desertasinya memuat data-data sejarah, rujukan kitab bahasa, dan syair-syair tentang Rasulullah saw yang menyatakan Ali bin Abi Thalib sebagai washi dan orang yang ditetapkan sebagai imam.    

Selain Kang Jalal, Dr Muhammad Babul Ulum pun menjadi narasumber dalam seminar Idul Ghadir. Babul Ulum juga melakukan riset ilmiah desertasi dengan judul Al-Muawiyyat: Hadis-hadis Politis Keutamaan Sahabat. Dalam paparannya, Babul menyebutkan Abu Hamid Al-Ghazali yang populer disebut Imam Ghazali memuat hadis khum dengan lengkap dan menyebutkan orang-orang yang mengabaikan pesan Rasulullah saw terkait dengan Ali bin Abi Thalib.

Seminar yang dipandu oleh Ustadz Miftah Rakhmat ini diselingi dengan pembagian hadiah dan memberikan kesempatan jamaah untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang muncul terkait dengan ukhuwah dan kajian kritis sejarah. Kang Jalal menyatakan kajian sejarah perlu dilakukan untuk mengenal kebenaran dalam konteks akademis ilmiah, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat ukhuwah di antara sesama umat Islam perlu dijaga. [Misykat

Wed, 21 Sep 2016 @10:44

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved