CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Ikhtilaf Sebagai Rahmat

image

Kecuali barangkali Khawarij yang suka mengkafirkan orang atau kelompok lain serta menghalalkan darah mereka, pada umumnya sekte-sekte teologi Islam yang saya pelajari seperti Murji'ah, Syi'ah, Qadariyyah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Asy'ariyyah, Maturidiyyah, dan lainnya. Mereka cukup toleran terhadap perbedaan pandangan yang mereka miliki, dan kenyataan bahwa karya mereka masih tetap lestari hingga saat ini, bagi saya menunjukkan betapa agama Islam itu sangat toleran, terbuka dan menghargai perbedaan pendapat.

Bagi saya, kehadiran sekte-sekte itu justru memperkaya khazanah intelektual umat Islam sendiri. Dengan keragaman sudut pandang, tentunya selama tidak bertentangan dengan ajaran yang paling pokok yaitu tawhid.

Bayangkan kalau Islam hanya mengadopsi satu pandangan saja, katakanlah Khawarij atau Mu'tazilah saja, apa jadinya dunia Islam ini? Tentu akan sempit sekali.

Perbedaan ini, menurut hemat saya, terjadi karena memang Kebenaran yang hakiki (al-Haqq) itu teramat luas untuk dipahami hanya oleh seorang ulama saja atau pun oleh satu kelompok saja. Boleh saja terjadi bahwa sekte-sekte yang berbeda itu sebenarnya hanya mewakili aspek tertentu dari sang Kebenaran. Tidak ubahnya seperti melihat pameran gajah di tempat gelap, di mana setiap pengunjung tanpa mampu melihat diperkenankan menyentuh tubuh sang gajah dalam beberapa saat saja, sehingga masing-masing orang hanya akan dapat mengenal satu bagian saja dari gajah tersebut.

Namun karena keterbatasan wawasan dan pengetahuan mereka tentang realitas sang gajah, kebanyakan mereka mengklaim kebenaran dengan menyatakan bahwa pandangannya saja yang paling benar dan menolak semua pandangan yang tidak sesuai dengan pendangannya. Misalnya kalau bagian gajah yang ia sentuh adalah kakinya, maka ia akan katakan bahwa gajah itu seperti tiang, dan akan menolak mati-matian pendapat yang mengatakan bahwa gajah itu seperti kipas, atau selang atau barel (tong). Inilah barangkali makna yang dikehendaki oleh pernyataan sang Nabi bahwa "perbedaan di kalangan umatku adalah rahmat."

(Mulyadhi Kartanegara)

Sun, 27 Nov 2016 @14:42

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved