CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Kaum Muslimin Menbanjiri Jakarta

image

Nun jauh disana, di Amerika serikat, seorang scientist politik keturunan Yahudi Jerman, Norman Finkelstein, membela mati-matian kaum muslimin Libanon dan Palestina atas penindasan bangsa Yahudi israel selama puluhan tahun. Demi membela mereka ia harus terusir berkali-kali dari kampus-kampus ternama di AS tempat ia mengajar.

Di jalur Gaza, Palestina, seorang gadis Nasrani Amerika Serikat tewas mengenaskan digilas oleh buldozer israel ketika ia menghalangi sebuah buldozer yang hendak menghancurkan sebuah rumah warga Muslim Gaza. Namanya Rachel Corrie, gadis belia wafat di usia 24 tahun. Di negerinya, anak seusianya banyak menghabiskan waktu menikmati masa mudanya di klub dan jalan. Namun ia habiskan waktunya membela kaum muslimin tertindas di Palestina.

Di Libanon, seorang Nasrani taat menulis buku tentang Ali, menantu sekaligus sahabat nabi Muhammad, yang bukunya mengguncang dunia Islam. Kekagumannya pada perjuangan Islam atas kesetaraan hak dan keadilan manusia ia torehkan dalam bukunya "The Voice of Human Justice" (Suara keadilan manusia).

Di Jerman, seorang wanita tua renta dengan rambut putih beruban duduk dengan tenang dalam sebuah wawancara TV. Bahasanya mengalir tenang ketika ia menjelaskan tentang filsafat Islam dan keagungan nabi Muhammad. Ia tuliskan buku: "Dan Muhammad adalah utusan Allah". Ia seorang Nasrani Jerman yang taat, seorang pakar Islam internasional. Namanya Annemarie Schimmel. Ketika beliau wafat, ia pesankan agar pada kuburnya dituliskan kalimat "Die Menschen schlafen, und wenn sie sterben erwachen sie" (manusia itu tidur, ketika mereka mati terbangunlah mereka). Kalimat itu adalah ucapan Muhammad sang rasul.

Aku teringat orang-orang itu saat aku melihat foto sebagian kaum muslimin yang membanjiri Jakarta beberapa waktu lalu. Aku termenung ketika kebencian membakar dada mereka dengan meninggalkan seluruh rasio akal sehat.

Aku tidak pernah menyukai politik karena bagiku politik bagaikan pisau. Ia akan berbahaya atau bermanfaat ketika ditangan siapa ia digenggam. Namun aku selalu tertarik dengan politik, karena dengannya aku dapat melihat gelap dan terangnya hati manusia ketika dihadapkan kepada fanatisme dan logika, kecintaan dan kebencian, hak dan batil.

Dihadapan politik, logika, akal sehat dan kejujuran diuji. Aku kembali termenung, mengapa di negeri ini politik sedemikian kejam?

Politik memisahkan jabatan tangan dan pelukan erat sahabat. Di negeri ini, orang-orang dipaksa membenci atau mencintai orang yang bahkan mereka tidak mengenalnya. Hanya agama atau etnisnya saja yang mereka kenal untuk membenci atau mencintainya. Aku merenung jauh kedalam.

Aku teringat kembali, di Libanon, negeri di Timur Tengah yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani. Disana ada sebuah kelompok perlawanan Islam bersenjata, Hizbullah.

Pemimpin kelompok ini, Hassan Nasrallah dan anggotanya dicintai oleh bukan saja kaum muslimin namun justru mayoritas kaum Nasrani. Mereka kenakan salib saat hadir acara-acara politik Hizbullah. Tak sedikit yang menyumbangkan harta benda dan airmata demi perjuangan kelompok ini. Mengapa? Karena mereka mengangkat "La ilaha illallah Muhammad Rasulullah" untuk membela manusia yang tertindas. Bukan membela kaum yang sepaham saja dengan mereka. Kaum Nasrani Libanon merasakan pedihnya penindasan bangsa Yahudi israel selama masa aneksasi israel 1982-2000. Mereka tidak mengenal lagi fanatisme agama setelah mereka tercabik-cabik oleh perang saudara yang berkepanjangan.

Pikiranku kembali ke lautan massa yang berpakaian putih itu. Kami kaum pecinta keadilan yang multi etnis dan agama ini dipecah belah oleh para perampok harta rakyat dan orang-orang zalim yang multi etnis dan agama itu, atas nama agama.

Telunjuk kami saling menuding dan menyalahkan. Kami digiring pada keadaan dimana kami diwajibkan membenci karena etnis dan agama dan bukan saling mencintai. Mereka lupa kalimat yang mereka baca berulang-ulang: "kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Tuhan ialah orang yang paling taqwa diantara kalian"..

Ah, tak terasa airmataku mengalir, dadaku sesak, hampir aku tidak mampu menuliskan apa-apa lagi. Aku harus akhiri tulisan ini.[]

 

Sun, 27 Nov 2016 @14:47

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved