Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Kelahiran Nabi Muhammad saw adalah Anugerah

image

Meski dinyatakakan bid’ah, tetap saja Maulid Nabi Muhammad saw digelar oleh umat Islam Indonesia. Maulid Nabi Muhammad saw merupakan ekspresi kecintaan dari orang-orang yang beragama Islam. Orang yang cinta sulit dicegah dan dilarang. Apalagi kecintaan kepada Nabi Muhammad saw ini melibatkan umat Islam yang jumlahnya lebih banyak ketimbang yang melarang.

Pemerintah Indonesia pun merayakannya. Setiap tahun dirayakan di Istana Presiden dengan menghadirkan delegasi dari negara lain dan menghadirkan tokoh ormas Islam, serta anak-anak yatim piatu. Tentu ini menjadi legitimasi yang menegaskan bahwa Maulid Nabi sangat penting bagi umat Islam Indonesia dan menjadi bagian dari kebudayaan Nusantara.

Segelintir orang menyatakan Maulid Nabi adalah tradisi yang dibuat oleh kaum Muslimin Syiah. Mereka juga mengatakan Nabi tidak menyontohkan perayaan maulid. Mereka tidak sadar bahwa maulid merupakan wujud cinta orang Islam kepada Nabi Muhammad Saw.

Orang yang cinta biasanya sangat mengenal yang dicintainya. Mulai dari lahir, makan, minum, keseharian, dan kebiasaan pun biasanya diketahui oleh orang yang mencintainya. Tentu mudah untuk mengenali kehidupan Rasulullah saw melalui hadis-hadis dan sejarah. Tinggal kita belajar dengan banyak membaca buku sirah nabawiyyah maupun hadis-hadis Rasulullah saw.

Sadarilah bahwa hari lahir merupakan hari istimewa. Orangtua yang punya anak tidak melupakan hari lahir anaknya sehingga tidak jarang dibuat acara yang sedikit istimewa. Anak pun sangat senang jika orangtuanya mengingat hari lahir, apalagi merayakannya. Tentu ini sangat fitrah dan  manusiawi.

Momentum lahir Nabi Muhammad saw merupakan anugerah dan rahmat dari Allah untuk seluruh manusia beserta alam semesta. Meski tidak ada dalil secara tegas, tetapi ayat 15 dalam surah Maryam menyebutkan ucapan selamat atas hari lahir Nabi Isa as. Karena Nabi Muhammad saw adalah penerima Al-Quran maka ayat Quran pun berkaitan dengannya.

Kemudian pada surah Yunus ayat 58, Allah menyuruh untuk gembira atas anugerah dan rahmat Allah. Kelahiran Nabi Muhammad saw bagi kaum Muslimin (Sunni atau Syiah) merupakan anugerah dan rahmat yang perlu disyukuri. Juga surah Anbiya ayat 107 dengan tegas Allah menyatakan kehadiran Nabi Muhammad saw merupakan rahmat bagi alam semesta.

Ayat-ayat Al-Quran yang disebutkan kalau dikaji dengan pendekatan munasabah dalam ilmu tafsir akan diketahui betapa saling berhubungan satu sama lain dan dari sisi makna mengandung hikmah (pelajaran). Sehingga bisa dikira-kira bahwa ketiganya satu sama lain terkait dengan Nabi Muhammad saw, seorang manusia mulia yang layak didahulukan dalam segalanya.

Dalam hadis disebut tidak hanya Nabi, bahkan Ahlulbait pun harus dicintai. Sesuai dengan hadis bahwa kecintaan kepada Ahlulbait merupakan bagian dari cinta kepada Nabi dan cinta kepada Nabi bagian cinta kepada Allah. Tentu kecintaan itu harus dibuktikan dengan rasa gembira, salah satunya bahagia ketika tiba pada hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad. *** (Abu Misykat)

 

 

 

 

Mon, 11 Nov 2019 @10:45

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved