AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Sisi Metafisik Nabi Muhammad Saw [by Mulyadhi Kartanegara]

image

TIDAK banyak yang tahu sisi metafisik Nabi Muhammad saw sebagai "Tujuan Akhir Penciptaan Alam Semesta." Dan ajaran ini dilandaskan pada sebuah hadis qudsi, yang berbunyi: لولاك ولولاك ما خلقت الافلاق كلها yang artınya kurang lebıh sebagai berikut: "Kalau bukan karena engkau (ya Muhammad) tıdak akan pernah Aku cıptakan alam semesta ını."

Maka berdasarkan pada hadıs tersebut, bukan hanya umat Islam yang berutang budı kepada Nabı kıta, tapı seluruh umat manusıa, bahkan seluruh makhluk (yang hidup maupun yang mati) berhutang budi ke pada baginda Rasulullah saw. Sebab kalau bukan karena beliau, maka seluruh alam yang maha luas ini tak pernah akan diciptakan oleh Allah.

Konsep ini telah dijadikan salah satu dasar bagı ajaran penting tasawuf tentang Insan Kamıl: Manusia sempurna. Para sufi telah menjadikan Nabi kita sebagai contoh par excellent bagi Insan Kamil.

Insan kamil digambarkan sebagai orang yang telah mengaktualkan semua potensi kemanusiaan dan menjadi cermin dari seluruh sifat-sifat Tuhan yang mungkin bagi manusia. Karena itu tidak heran kalau para filosof menyebut manusia sebagai "mikro kosmos." Tetapı menurut Jalaluddin Rumi ketika seorang manusia mencapai tingkat insan kamil, seperti yang dicontohkan oleh Nabi kita, maka manusia bukan lagi mikrokosmos, tetapi makrokosmos, seperti tergambar dalam salah satu syairnya yang indah: "Memang secara lahiriah (kasat mata) buah muncul dari ranting, tetapi secara hakiki justru ranting, bahkan seluruh pohon itu tumbuh demi buah tersebut. Kalau bukan karena buah akankah sang pekebun menanam pohon?" Buah yang dimaksud tak lain daripada manusia sempurna.

Konsep ini bukan semata doktrin agama, tetapi juga mendapat pembenaran ilmiah dari para ilmiah dalam apa yang mereka sebut sebagai prinsip antropik (Anthropic Principle) yang menyatakan bahwa alam semesta telah ditala dengan sangat halusnya (finely tuned), dan tidak boleh nenyimpang sedikit pun semata-mata untuk menghasilkan makhluk berkesadaran-diri: manusia. Penalaan yang halus itu dibuktikan dalam apa yang disebut sebagai konstanta fisik, seperti konstanta masa atom, konstanta bilangan Avegadro, Boltzmann, Faraday, Bohr dan lainnya  yang telah mengatur secara konstan dan halus operasi alam, pada level mokro maupun mikro yang tidak mentolelir sedikit saja penyimpangan. Sedikit saja terjadi penyimpangan maka tujuan peciptaan tak akan pernah tercapai.

Teori ini memperkuat pandangan yang mengatakan bahwa manusia --khususnya manusia sempurna--adalah tujuan akhir penciptaan Alam semesta, dan karena Nabi kita dikatakan sebagai yang terbaik dari segala makhluk-Nya (khayri khalqihi), maka benarlah pernyataan hadis qudsi tersebut di atas: Kalau bukan karena engkau ya Muhammad, tak akan pernah Aku ciptakan alam semesta ini. Karena itulah barangkali kita diminta untuk bershalawat kepada beliau, karena seperti dinyatakan dalam al-Qur'an bahwa Allah sendiri dan para makaikat bershalawat kepada dan untuk junjungan Nabi kita Muhammad saw. Khatam al-nabiyyin wal-mursalin.

Mari kita bershalawat kepada beliau sebagai rasa takzim, cinta dan ungkapan terima kasih. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad.

(Diambil dari facebook Mulyadhi Kartanegara)


Mon, 12 Dec 2016 @16:27

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved