Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Syiah dan Rafidhah [by Candiki Repantu]

image

SALAH satu penamaan atau pelabelan dengan stereotipe negatif pada kaum Muslim Syiah adalah mengubah nama Syiah menjadi "Rafidhah" (Pemberontak/Penolak). Memang Syiah sering juga disebut dalam literatur sebagai rafidhah, tetapi saat ini banyak orang yang menyimpangkan makna rafidhah dan mengisinya dengan makna atau konsep yang negatif.

Misalnya ada yang mengatakan bahwa "Rafidhah adalah kelompok yang mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi Saw termasuk mengkafirkan Khalifah Abu Bakar dan Umar". Padahal makna Rafidhah tidaklah demikian. Ini salah satu fitnah yang dituduhkan.

Mari kita cek. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebut rafidhah sebagai syiah ekstrem yang lebih mengutamakan Ali di atas Abu Bakar, Umar dan seluruh sahabat, tetapi tidak mencela mereka. Berikut ungkapan Ibnu Hajar dalam kitabnya Hady as-Sari, 1/459 :

والتشيع محبة على وتقديمه على الصحابة فمن قدمه على أبي بكر وعمر فهو غال في تشيعه ويطلق عليه رافضي وإلا فشيعي

“Tasyayyu adalah mencintai Ali dan mengutamakannya atas semua sahabat {selain Abu Bakar dan Umar}, dan JIKA MENGUTAMAKAN DI ATAS ABU BAKAR DAN UMAR MAKA DIA TASAYYU' EKSTRIM YANG DISEBUT RAFIDHAH dan jika tidak maka disebut Syiah saja.”

Perhatikan defenisi tentang nama Syiah dan nama Rafidhah. Ibnu Hajar hanya mengatakan, "Rafidhah adalah syiah ekstrim yang mengutamakan Imam Ali di atas Abu Bakar dan Umar…”. Jadi tidak ada makna Rafidhah sebagai syiah ekstrem yang telah mencaci, bahkan mengafirkan Abu bakar dan Umar ra.” Ini hanya propaganda sekelompok orang yang anti syiah. Inilah di antara yang perlu diwasapadai dari penyimpangan tulisan tentang syiah yang dilakukan oleh orang atau media yang tidak bertanggungjawab.

BEGITU PULA, BUKTI-BUKTI YANG VALID MENUNJUKKAN BAHWA KEBERADAAN PENGANUT SYIAH DAN RAFIDHAH INI TELAH ADA SEJAK MASA NABI DAN SAHABATNYA SERTA TELAH DIIKUTI OLEH PARA THABIIN DAN FUKAHA SALAF.

Sayid Muhammad ibn Aqil Al-Alawi al-Hadrami dalam kitabnya "Al-‘Atbu al-Jamil ala Ahli Jarh wa Ta’dil", halaman  30 setelah mengutip defenisi Ibnu Hajar tentang Syiah dan Rafidhah, lalu ia berkomentar:

“…Jelaslah, makna perkataannya ini (Ibnu Hajar) bahwa sesungguhnya semua orang yang mencintai Ali dan mengutamakannya atas Syaikhain (Abu Bakar dan Umar) disebut Rawafidh (jamak dari rafidah), … Banyak dari kalangan sahabat mulia seperti Miqdad, Zaid bin Arqam, Salman, Abu Dzar, Khabbab, Jabir, Abu Said al-Khudri, Ammar, Ubai bin Ka’ab, Hudzaifah, Buraidah, Abu Ayyub, Sahal bin Hunaif, Utsman bin Hunaif, Abu Haitsam bin Tayyahaan, Khuzaimah ibn Tsabit, Qais ibn Sa’d, Abu Thufail Amir ibn Watsilah, Al-Abbas bin Abdul Muththalib dan seluruh putranya, seluruh Bani Hasyim dan Bani Al-Muththalib serta banyak lagi selain mereka… mereka semua adalah RAWAFIDH karena mereka mengutamakan Ali atas Abu Bakar dan Umar karena kecintaan mereka kepada Ali.

Dan juga banyak tabi’in dan tabi’it tabi’in daripada para imam-imam besar dan penjaga umat yang tidak terhitung jumlahnya, dan mereka juga para pendamping Alqur’an, yang mana mencacat keadilan mereka—demi Allah— akan mematahkan punggung (merusak agama)…”

Perhatikan bagaimana Sayid Muhammad bin Aqil yang dengan tegas mengidentifikasi di antara sahabat dan tabiin, serta tabiit tabiin banyak yang rafidhah (syiah eksterim). Diantaranya ada Miqdad, Zaid bin Arqam, Salman, Abu Dzar, Khabbab, Jabir bin Abdillah, Abu Said al-Khudri, dan seterusnya nama-nama di atas. Jadi, pengikut Syiah atau rafidhah telah ada sejak zaman Nabi saw. Inilah mazhab tertua dalam Islam. *** (Candiki Repantu, Pemerhati Kajian Sunni Syiah)

 

Sat, 20 Jun 2020 @16:22

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved