Rubrik
Terbaru
Telegram Misykat
image

.

YouTube Misykat TV
image

.

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

TATA CARA SHALAT

Minat beli buku klik covernya
image

 

Flash Disk OTG Kajian Islam
image

.

Facebook Misykat
image

.

BAHAN BACAAN (Buku PDF)
image

 

Apa itu Syiah? [by Candiki Repantu]

image

Nasehat bagi pengkaji Syiah

"Di masa ini, tak sepatutnya kita mendengarkan omongan siapa saja yang mengutip secara sembarangan atau melepas lidahnya tanpa bukti nyata. Ia harus menunjukkan kepada kita sumber informasinya, secara jelas dan pasti. Beribu-ribu karangan ulama syiah imamiyah telah tersebar luas di seluruh negeri Parsi, India, dan lainnya, baik dibidang fikih, hadis, ilmu kalam, akidah, tafsir, ushul, ataupun doa-doa, zikir, etika, dan akhlak. Silahkan mencarinya agar anda memperoleh informasi yang sebenarnya. Jangan sekali-kali mengandalkan ocehan orang-orang yang memang kerjanya hanya menebarkan benih-benih kebencian dan permusuhan di kalangan sesama Muslim. Yaitu mereka yang setiap kali menulis tentang syiah, senantiasa mengutip segala sesuatu yang berupa kebohongan amat keji.” (Sayid A. Syarafuddin Al-Musawi, Penulis buku Dialog Sunni-Syiah).

Definisi Syiah

Syiah secara bahasa berarti pengikut, pendukung, partisan, golongan, atau kelompok. Kata "Syiah" ini disebut sebanyak empat kali dalam al-Quran dalam arti ini, yakni: satu kali dalam Q.S. Maryam: 69; dua kali dalam QS. al-Qashash: 15; dan satu kali dalam Q.S. ash-Shaffat: 83.

Ada pun dalam istilah atau teknis penggunaannya, Syiah digunakan untuk menyebut kelompok umat Islam yang menjadi pengikut setia Imam Ali bin Abi Thalib as dan keturunanya.

Ibnu Khaldun dalam kitabnya "Muqaddimah" mendefinisikan Syiah sebagai berikut:

"Ketahuilah, Syiah secara bahasa adalah sahabat dan pengikut. Ada pun menurut itulah para ahli hukum dan teolog, baik pada masa kini maupun pada masa lalu, Syiah digunakan untuk menunjukkan para pengikut setia Ali dan anak keturunannya ra, serta mazhab mereka yang sepakat mengatakan bahwa kepemimpinan (imamah) bukanlah jabatan publik yang dapat diserahkan kepada umat. Memilih siapa yang menjadi pemimpin bukanlah wewenang mereka. Imamah ini adalah tiang agama dan pondasi Islam. Tidaklah boleh bagi Nabi untuk melalaikannya atau menyerahkan pemilihannya kepada umat. Bahkan wajib bagi Nabi menetapkan siapa imam mereka yang suci (maksum) dari dosa besar maupun dosa kecil.” (Muqaddimah Ibnu Khaldun, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2006, halaman 155).

Ada pun dalam tulisan ini, Syiah yang dimaksud adalah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah yang didefinisikan sebagai kelompok umat Islam yang meyakini bahwa setelah Rasulullah saw wafat kepemimpinan Islam berada pada dua belas manusia suci (maksum) dan sempurna yang kepemimpinan mereka ditetapkan berdasarkan wasiat Rasulullah saw atas kehendak Allah SWT.

Kedua belas pemimpin suci tersebut adalah : Ali bin Abi Thalib as, Hasan bin Ali, Husain bin Ali, Ali bin Husain (Zainal Abidin), Muhammad bin Ali (Al-Baqir) Ja'far bin Muhammad (Ash-Shadiq), Musa bin Ja'far (al-Kazhim), Ali bin Musa (al-Ridha), Muhammad bin Ali (al-Jawad), Ali bin Muhammad (al-Hadi), Hasan bin Ali (al-Askari), dan Muhammad bin Hasan (al-Mahdi al-Muntazhar).

Dengan demikian siapa saja yg memiliki keyakinan bahwa setelah Nabi saw wafat, kepemimpinan umat menjadi hak ekslusif Imam Ali as dan keturunannya tsb sesuai dgn wasiat Nabi saw dan kehendak Allah SWT maka ia adalah Syiah. Jika tidak, maka ia termasuk non-Syiah.

[Candiki Repantu, pemerhati kajian Sunni dan Syiah]

Fri, 13 Mar 2020 @20:20

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved