Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Manfaat Shalawat [by Muhammad Bhagas]

image

Dalam kitab Al-Durr Al-Mandhud, karya Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), pasal ke-4, halaman 185, ternukil kisah berikut:

وجاءت امرأة إلى الحسن البصري فقالت: توفّيت لي بنت، وأريد أن أراها في النوم، فأمرها أن تصلّي أربع ركعات بعد صلاة العشاء، [تقرأ] في كل ركعة (الفاتحة) و (ألهاكم التكاثر) مرة، ثم تضطجع وتصلّي على النبي صلى الله عليه وسلم إلى أن تنام، ففعلت فرأتها في أقبح العذاب وأشده، فانتبهت وجاءت الحسن، فأمرها بصدقة عنها لعل الله عز وجل يعفو عنها، ونام الحسن تلك الليلة، فرأى امرأة في أحسن النعيم، فقالت له: أتعرفني؟

أنا ابنة تلك المرأة التي أمرتها بالصلاة على محمد صلى الله عليه وسلم، فقال لها: إن أمك قد وصفت حالك بغير هذه الرؤية؟ فقالت: هو كما قالت، قال: فبماذا بلغت هذه المنزلة؟ قالت: كنا سبعين ألفا في العقوبة، فعبر رجل من الصالحين على قبورنا، وصلى على النبي صلى الله عليه وسلم مرة، وجعل ثوابها لنا، فقبلها الله عز وجل منه، وأعتقنا كلنا من تلك العقوبة ببركته، وبلغ نصيبي ما قد رأيته وشاهدته.

Seorang perempuan mendatangi Hasan Al-Bashri, lalu berkata, "Putriku telah meninggal. Aku ingin bertemu dengannya kendati hanya di dalam mimpi."

Hasan kemudian memerintahkannya mendirikan shalat empat rakaat setelah shalat 'Isya. Setiap rakaatnya membaca surah Al-Fathihah dan surah At-Takatsur. Lalu duduk dan bershalawat kepada Nabi Saw dan keluarganya hingga terlelap tidur.

Perempuan itu melakukan apa yang disarankan Hasan Al-Bashri. Ternyata dalam mimpinya ia melihat putrinya sedang menderita karena diadzab pedih. Ia bergegas mendatangi Hasan lagi, lalu menceritakan mimpinya semalam.

Hasan lalu memerintahkannya bersedekah atas nama putrinya. Mungkin dengan amal sedekah itu Allah berkenan mengampuni putrinya.

Tak disangka, Hasan yang bermimpi pada malam itu. Dalam mimpi, ia melihat perempuan yang memperoleh kenikmatan yang sangat indah.

"Tahukah engkau siapa aku?", tanya perempuan itu kepada Hasan. "Aku adalah putri dari perempuan yang engkau perintahkan ia bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya", lanjutnya.

Hasan heran dan bertanya, "Padahal ibumu tadi menceritakan bahwa keadaanmu tidak seperti ini?"

"Cerita ibuku memang benar adanya", kata putri itu. Lalu Hasan bertanya lagi, "Lantas apa yang membuatmu terbebas dari adzab?"

Putri itu menjelaskan, "Ada tujuh puluh ribu orang yang juga dihukum bersama denganku. Namun tiba-tiba ada orang shalih yang melintasi kuburan kami. Ia kemudian bershalawat kepada Nabi Saw dan keluarganya dan meniatkan pahalanya bagi kami. Allah 'Azza wa Jalla mengabulkannya. Allah membebaskan kami semua dari hukuman (adzab) yang kami jalani dengan keberkahan shalawatnya. Aku pun berada dalam kebahagiaan sebagaimana yang kau saksikan saat ini."

Niatkan pahala shalawat secara khusus untuk orang-orang terkasih misalnya kedua orang tua, secara umum untuk seluruh Muslimin, atas izin Allah Ta'ala. Bagi mereka yang telah mendahului kita, insya Allah pahala shalawat kita menjadi keberkahan yang sangat mereka nantikan di alam sana. Mari selalu memperbanyak bershalawat!

Referensi

Syihab Al-Din Ahmad bin Muhammad bin 'Ali bin Hajar Al-Haitami Al-Syafi'i, Al-Durr Al-Mandhud fi Al-Shalat wa Al-Salam 'Ala Shahib Al-Maqam Al-Mahmud, cet. 1 (Jeddah: Dar Al-Minhaj, 1426 H/2005 M), halaman 185.


Wed, 26 Apr 2017 @09:07

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved