AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

BENTUK PEMERINTAHAN DALAM ISLAM

image

Sebenarnya Islam tidak menentukan negara macam apa yang semestinya diikuti. Selama pemimpinnya menjamin kebebasan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah mereka, menjaga kemakmuran dan keadilan warganya, maka bentuk negara macam apa pun bisa diterapkan.

Pada masa khulafa' al-Rasyidun, jenis pemerintahan tidak berdasar pada garis keturunan, melainkan melalui musyawarah sesuatu dengan posisi mereka sebagai sahabat dan pengganti Nabi. Tetapi setelah masa khilafat al-Rasyidin dan kekuasaan jatuh ke tangan Bani Umayyah, maka bentuk monarki (dinasti) yang diambil. Demikian juga setelah ia digantikan oleh dinasti Abbasiyyah.

Bersamaan waktunya ada semacam dinasti yang dikembangkan oleh aliran syi'ah yang mendasarkan bentuk pemerintahannya pada garis keturunan.

Setalah masa Abbasyiiah yang hancur pada tahun 1258, kekhalifahan menjadi tiga, Turki Utsmani (sunni), Shafawi (Syiah) dan Mughal (campuran) yang juga berdasar pada garis keturunan. Sepertinya memang pada masa itu bentuk monarki yang paling cocok. Seperti pernah dikatakan oleh Marshall Hodgson.

Konsep kekhalifahan paska Khulafa' al-rasyidun di dunia sunni dikembangkan oleh para fuqaha, dengan tokohnya seperti al-Mawardi, al-Ghazali, Ibn Jama'ah dll. Sedangkan syi'ah mengembangkan konsep imamiyah yang berbeda dari yang ada di dunia Sunni.

Setelah masa kolonial, umat Islam mengambil bentuk negara yang berbeda-beda, ada yang masih bersifat monarki, seperti saudi Arabia, Jordan, Brunei, banyak juga yang memilik bentuk republik, seperti Iran, Indonesia, Malaysia, dan yang lain. Wallahu a'lam bish-shawab.[]

(Facebook: Mulyadhi Kartanegara)

Mon, 15 May 2017 @09:51

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved