Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

BERBAGI BUKU

Silakan tulis nama, alamat, dan WhatsApp pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Syiah adalah Mazhab Pertama dalam Sejarah Islam

image

Syiah secara bahasa berarti pengikut, pendukung, partisan, golongan, atau kelompok. Ada pun dalam istilah atau teknis penggunaannya, Syiah digunakan untuk menyebut kelompok umat Islam yang menjadi pengikut setia Imam Ali bin Abi Thalib as dan keturunannya.

Ibnu Khaldun dalam kitab "Muqaddimah" mengatakan: "Ketahuilah, syiah secara bahasa adalah sahabat dan pengikut. Adapun menurut para ahli hukum dan teolog, masa kini maupun masa lalu, Syiah digunakan untuk menunjukkan para pengikut setia Ali dan anak keturunannya ra, serta  mazhab mereka yang sepakat mengatakan bahwa kepemimpinan (imamah) bukanlah jabatan publik yang dapat diserahkan kepada umat. Memilih siapa yang menjadi pemimpin bukanlah wewenang mereka. Imamah ini adalah tiang agama dan pondasi Islam. Tidaklah boleh bagi Nabi untuk melalaikannya atau menyerahkan pemilihannya kepada umat. Bahkan wajib bagi Nabi menetapkan siapa imam mereka yang suci (maksum) dari dosa besar maupun dosa kecil" (Muqaddimah Ibnu Khaldun, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2006, h. 155).

Adapun Syiah yang terbesar adalah "Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah" yang didefinisikan sebagai kelompok umat Islam yang meyakini bahwa setelah Rasulullah saw wafat kepemimpinan Islam berada pada 12 manusia suci (maksum) dan sempurna  yang kepemimpinan mereka ditetapkan berdasarkan wasiat Rasulullah saw atas kehendak Allah SWT.

Kedua belas pemimpin suci Syiah adalah Ali bin Abi Thalib as, Hasan bin Ali, Husain bin Ali, Ali bin Husain (Zainal Abidin), Muhammad bin Ali (Al-Baqir) Ja'far bin Muhammad (Ash-Shadiq), Musa bin Ja'far (al-Kazhim), Ali bin Musa (al-Ridha), Muhammad bin Ali (al-Jawad), Ali bin Muhammad (al-Hadi), Hasan bin Ali (al-Askari), dan Muhammad bin Hasan (al-Mahdi al-Muntazhar).

Dengan demikian, siapa saja yang memiliki keyakinan bahwa setelah Nabi saw wafat, kepemimpinan umat menjadi hak ekslusif Imam Ali as dan keturunannya tsb sesuai dgn wasiat Nabi saw dan kehendak Allah SWT maka ia adalah Syiah. Jika tidak meyakini begitu, maka ia termasuk non-Syiah alias Sunni.

Kapan Syiah Muncul?
Kemunculan Syiah, dalam studi para ahli atau  sejarawan aliran dalam Islam tidaklah satu pandangan.

Pertama, sebagian mengatakan bahwa Syiah lahir sesaat setelah wafatnya Nabi saw, tepatnya ketika terjadi perebutan kekuasaan antara kaum Muhajirin dan Anshar di Saqifah Bani Saidah.

Kedua, bahwa Syiah lahir pada masa kekhalifahan Usman bin Affan berakhir atau awal kepemimpinan Ali bin Abi Thalib as tahun 35 H.

Ketiga, pendapat lain menyatakan bahwa Syiah muncul bersamaan dengan khawarij, yakni saat perang Shiffin antara Imam Ali melawan Muawiyah bin Abi Sufyan.

Keempat, ada juga yang berpendapat bahwa Syiah lahir setelah peristiwa Karbala yang mengakibatkan syahidnya Imam Husain as.

Kelima, bahwa Syiah telah ada sejak masa Rasulullah saw. Para pemikir dan ulama Syiah ittifaq (sepakat) pada pendapat ini (pendapat kelima).

Syaikh Kasyful Ghita dalam kitab Ashl Syiah wa Ushuluha menyebutkan bahwa nama Syiah disebutkan dalam banyak riwayat dari Nabi Muhammad saw yang tercantum dalam kitab-kitab ulama Ahlussunnah seperti Tafsir Durul Mansur karya Asy-Syuyuthi, Shawaiq al-Muhriqah karya Ibnu Hajar al-Haitsami, an-Nihayah karya Ibnu Atsir, Khasais an-Nasa'i, dan lain-lain. Artinya sejak masa Nabi Muhammad saw terdapat sejumlah orang yang secara khusus mengikuti Ali as dan berkomitmen kepadanya. Mereka mengakuinya sebagai imam sebagaimana mubaligh dari Rasul, penjelas dan penafsir ajaran beliau, rahasia hikmah dan hukum beliau, dan mereka menjadi terkenal dengan sebutan "Syiah Ali" seolah-olah sebutan itu menjadi nama khusus mereka, sebagaimana hal itu dinyatakan oleh para ahli bahasa" (Kasyful Ghita, 1415: 118-121).

Ulama dan sejarawan Indonesia Prof. Aboe Bakar Atjeh dalam buku "Syiah: Rasionalisme dalam Islam" (hal. 10-11) menegaskan bahwa Syiah telah ada sejak masa Nabi Muhammad saw dan namanya digunakan sejak saat itu.

Di antara Syiah awal adalah Abu Dzar, Salman, Miqdad, Ammar, Khabbab, Zaid bin Arqam, Jabir bin Abdillah al-Anshari, Abu Said al-Khudri, Ubai bin Ka’ab, Hudzaifah, Buraidah, Abu Ayyub, Sahal bin Hunaif, Utsman bin Hunaif, Abu Haitsam bin Tayyahaan, Khuzaimah ibn Tsabit, Qais ibn Sa’d, Abu Thufail Amir ibn Watsilah, Al-Abbas bin Abdul Muththalib, dan lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan menurut para ulama Syiah dari berbagai analisa yang ada bahwa syiah Ali bin Abi Thalib as telah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw dan sahabatnya. Ini berarti Syiah adalah mazhab pertama dan tertua dalam Islam yang langsung ditahbiskan oleh Nabi Muhammad saw.

(CR14)

Fri, 10 Mar 2017 @20:42

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved