Rubrik
Terbaru
BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Teladan dari Imam Muhammad Taqi Al-Jawad As

image

Suatu ketika, Imam Kesembilan kita, Imam Muhammad Taqi al-Jawad As masih berusia belia, ia berdiri di tepi jalan, tempat beberapa anak sedang bermain. Khalifah Makmun, sedang pergi berburu dan melintasi jalan itu bersama para serdadunya.

Seluruh anak-anak yang bermain di jalan itu berlarian menjauh dari tempat itu tatkal mereka melihat serdadu sang khalifah, akan tetapi Imam Jawad tetap tidak bergeming dari tempat itu.

Makmun meminta rombongannya berhenti dan ia bertanya kepada Imam Jawad As mengapa ia tidak kabur sebagaimana yang lain.

Imam Jawad As menjawab bahwa ia tidak melakukan kesalahan dan jalan tempat ia berdiri cukup luas untuk keduanya gunakan bersama.

Khalifah Makmun sangat terkejut mendengarkan jawaban matang ini. Oleh karena itu, ia bertanya siapa gerangan anak itu. Anak itu menjawab, Aku adalah Muhammad putra Ali ar-Rida As.

Sang raja berlalu meneruskan pekerjaannya berburu, dan pada hari itu, elangnya menangkap mangsa yang tidak biasa. Mangsa elang kali ini adalah seekor ikan kecil.

Tatkala ia kembali dari berburu, Makmun masih melewati jalan yang sama dan ia masih melihat Imam Muhammad Taqi al-Jawad berdiri di sana.

Khalifah Makmun ingin menguji ilmu pengetahuan Imam Jawad As dan ia menyembunyikan ikan tangkapannya dalam tangannya lalu bertanya kepada Imam Jawad As, ” Dapatkah engkau katakan kepadaku, apa yang ada di dalam genggamanku?

Imam Jawad As menjawab, “Allah Swt menciptakan gugusan awan di antara langit dan bumi. Elang-elang raja kadang-kadang menangkap ikan dalam gugusan awan ini dan membawanya ke hadapan raja. Mereka menyembunyikan ikan tersebut dalam genggamannya dan mencoba untuk menguji ilmu para Imam dari keluarga Nabi Saw.”

Khalifah Makmun mengetahui apa yang dikatakan oleh Imam Jawad As dan ia berkata, “Sesungguhnya engkau adalah putra berharga ayahmu.”

Ia lalu mengundang Imam Jawad As untuk tinggal pada sebuah rumah di hadapan istana dan kemudian menikahkan putrinya Ummul Fadl dengan Imam Muhammad Taqi al-Jawad As.

(Sumber: Al-Majlisi, Biharul Anwar, bagian: Keutamaan Imam Muhammad Taqi al-Jawad As)

Sun, 9 Apr 2017 @21:09

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved