Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Siapa Orang Dungu?

image

Dari Ali bin Musa al-Ridla Ra, bersabda Isa al-Masih: “Sungguh aku telah mengobati orang-orang yang sakit, dan aku sembuhkan mereka dengan izin Allah; juga aku sembuhkan orang buta dan orang berpenyakit lepra dengan izin Allah; juga aku obati orang-orang mati dan aku hidupkan kembali mereka dengan izin Allah; kemudian aku obati orang dungu namun aku tidak mampu menyembuhkannya!”

Maka beliau pun ditanya, “Wahai ruh Allah, siapa orang dungu itu?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang kagum kepada pendapatnya sendiri dan dirinya sendiri, yang memandang semua keunggulan ada padanya dan tidak melihat beban (cacat) baginya; yang memastikan semua kebenaran untuk dirinya sendiri. Itulah orang-orang dungu yang tidak ada jalan untuk mengobatinya.” 

Menurut kaum sufi manusia terbagi menjadi empat jenis. Pertama, “laa yadri wa yadri annahu laa yadri“,yaitu orang yang tidak tahu dan tahu bahwa ia tidak tahu. Inilah orang bodoh sederhana (jahil basith) yang mudah diobati, yaitu dengan pengajaran dan pendidikan.

Kedua, “yadri wa laa yadri annahu yadri“; yakni orang yang tahu, namun dia tidak tahu bahwa dia tahu. Kaum sufi mengibaratkan orang semacam ini adalah orang yang tertidur. Maka ia harus dibangunkan dan disadarkan akan kelebihannya yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Ketiga, “yadri wa yadri annahu yadri“; yaitu orang yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu. Orang ini tergolong kaum bijaksana (al-Hukama’), yang harus diikuti dan dimintai pendapat dan wawasannya.

Keempat, “laa yadri wa laa yadri annahu laa yadri“; yaitu orang yang tidak tahu, dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Orang macam inilah yang disebut “bodoh kuadrat”, karena selain bodoh juga tidak tahu akan kebodohannya sendiri. Kita bisa bayangkan betapa sulitnya mengobati kebodohan orang seperti itu. Pangkal penyakitnya ialah tidak tahu diri.

(Sumber: buku Pintu-Pintu Menuju Tuhan karya Nurcholish Madjid, halaman 66-67)

 

Sun, 13 Dec 2020 @18:22

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved