MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

KETIKA SEORANG ULAMA FANATIK DIBERI KEKUASAAN: KASUS NURUDDIN AL-RANIRI [Mulyadhi Kartanegara]

image

Nurudin al-Ranırı (w. 1859) adalah seorang ulama Aceh asal Ranır Indıa, yang dıangkat sebagaı Syaikh Islam dan muftı kerajaan oleh Sultan Iskandar Tsanı, pengganti Sultan Iskandar Muda, yang menjadi patron Syamsuddin al-Sumatrani, murid Hamzah Fansuri. Al-Raniri dikenal sebagai ulama yang prolifik, tapi amat "fanatik" dan sangat keras terhadap ajaran wujudiah.

Dengan jabatan syaikh Islam dan mufti kerajaan, yang diberikan kepadanya, ia mengeluarkan fatwa yang melarang ajaran wujudiah Hamzah Fansuri dan muridnya, Syamsuddin Sumatrani. Bukan itu saja, ia menyuruh semua karya atau buku Fansuri dan Sumatrani dibakar dan para pengikutnya diharuskan bertaubat. Yang lebih ngeri lagi pengikut yang tidak mau bertaubat diperintahkan dibunuh.

Maka banyak orang yang betul-betul dieksekusi atas perintahnya, sekali pun masyarakat aceh banyak sekali yang tak setuju dengan tindakannya. Tapi fatwa itu terus dilaksanakan hingga patronnya, Sultan Iskandar Tsani meninggal dunia. Namun setelah sang Sultan neninggalkan, kemarahan rakyat Aceh pun meledak terhadap al-Raniri atas kefanatikannya itu, dan ia merasa nyawanya sangat terancam, sehingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di India.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa historis di atas. Paling tidak ini menunjukkan bahwa sifat dasar warga atau masyarakat Nusantara ini adalah moderat dan tidak suka pada kefanatikan dan kekerasan. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan perenungan bagi masa depan negara kita tercinta.

(Facebook: Mulyadhi Kartanegara/8-5-2017)

 

Mon, 8 May 2017 @15:12

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved