BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Marifat Doa: Upaya Menggapai Rahmat Ilahi (8)

image

Delapan, memenuhi janji dengan Allah. "Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku jawab do'amu" (QS 40:60). 

Allah SWT berjanji untuk menjawab setiap doa yang kita panjatkan. Namun janji Allah SWT hanya berlaku bagi mereka yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT.

"Penuhilah janjimu kepada-Ku maka Aku akan memenuhi janji-Ku kepadamu (QS 2:186).

Baik janji yang pernah kita ungkapkan kepada Allah SWT dalam bentuk nazar maupun janji kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan pada kita.

Sembilan, doa harus diikuti dengan amal. "Barangsiapa yang berharap berjumpa dengan Tuhannya maka hendaklah dia beramal dengan amal yang baik" (QS 18:110).

Doa dan tindakan adalah dua hal yang saling terkait doa tanpa amal kebodohan dan amal tanpa doa adalah kesombongan.

Sepuluh, doa mengikuti aturan Sunatullah. Sunatullah adalah hukum dan ketentuan yang telah Allah SWT tetapkan baik dalam konteks agama maupun alam semesta. 

Bahwa di alam semesta segala sesuatu terjadi melalui sebab akibat, proses dan ketentuan lainnya. Allah SWT mengabulkan doa seorang hamba mengikuti hukum yang telah ditetapkan-Nya. "Dan tidaklah kamu dapati perubahan pada Sunatullah" (QS 33:63).

Karenanya jangan pernah minta sesuatu yang memang secara hukum alam mustahil terjadi dan juga harua sabar menantikan terwujudnya harapan yang kita inginkan. 

Demikian juga dalam ketentuan agama. Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah syarat Allah SWT untuk menerima permohonan seorang hamba. "Sekiranya kamu memohon ampunan tujuh puluh kali maka Allah tidak akan mengampuni mereka" (QS 9: 80).

Sebelas, menjauhkan diri dari dosa. Syarat ini sangatlah penting karena kebersihan dan kesucian diri menjadi hal mendasar doa kita didengarkan Allah SWT.

Bagaimana dengan seorang hamba yang banyak dosa? Apakah Allah tidak akan mengabulkan do'a-doa mereka? Allah SWT akan mengabulkan do'a-doa mereka, namun awali dengan membersihkan diri dan taubat sebelum berdoa. "Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat dan mensucikan diri" (QS 2;222). 

(Dr Kholid Al-Walid adalah Dosen Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung dan STFI Sadra Jakarta)

 

Tue, 6 Jun 2017 @20:09

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved