BERBAGI BUKU

TULIS nama, alamat & HP/WhatsApp pada KONTAK

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

Twitter Kata Hikmah 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Mulyadhi Kartanegara: Statis dan Dinamisnya Sebuah Warisan

image

Belakangan ramai orang bicara tentang warisan, tapi bagi saya warisan yang dibicarakan terkesan statis. Artinya seperti sebuah takdir yang tidak bisa diubah atau pun diimprove. 

Memang ada warisan statis yang tidak bisa juta ubah, misalnya berkaitan dengan ras, warna kulit, pokoknya yang berkaitan dengan aspek fisik manusia. Tetapi ada warisan yang bersifat dinamis, seperti bahasa, budaya dan agama. Mengapa begitu? Karena manusia itu makhluk istimewa yang diberi Allah kebenasan memilih, dan itu hanya diberikan kepada manusia. Dan dengan itu manusia bisa mengembangkan apa yang diwariskan Allah kepada manusia, khususnya warisan yang bersifat dinamis. 

Dalam hal beragama, beragama itu termasuk warisan yang bersifat dinamis. Tidak mesti dalam arti konversi agama. Mungkin pada masa kanak-kanak kita diberikan ajaran-ajaran tertentu oleh guru kita. Itu tidak berti final, kita harus terus mengembangkan pengetahuan agama kita nenuju kepada yang kebih baik, lebih sempurna. Dengan demikian pemahaman kita tentang agama bisa lebih luas, tidak kaku dan doktriner. 

Karena kesempitan pengetahuan bisa menyebabkan kita jadi fanatik, merasa pandangannya saja yang benar dan yang lain semuanya salah. Memang sih pilihan manusia untuk bersikap statis dalam memahami agamanya, artinya terpaku pada suatu titik pemahaman, tetapi juga bisa dan malah harus bersifat dinamis, misalnya dengan terus mencari dalil-dalil nakliah dari tiap butir keyakinannya, ditopang dengan argumen-argumen yang rasional yang bisa menguatkannya. 

Manusia bukan benda mati yang harus menerima begitu saja warisannya, tetapi, dengan kebebasan memilih yang dimilikinya, ia bisa mendinamiskan warisannya sehingga mampu mengembangkan segala potensi warisannya semaksimal mungkin dan menjadi indah dan rahmat bagi seluruh alam. Namun kebenaran apa pun yang kita yakini tidak boleh kita jadikan sebagai alasan untuk melakukan intimidasi, persekusi, penghinaan dan memandang diri kita paling benar.

Marilah kita tunjukkan kebenaran dari keyakinan kita dengan contoh-contoh teladan yang baik dan pencapaian yang gemilang di berbagai bidang, sehingga dari apa yang kita lakukan dan prestasi yang kita capai, orang akan menilai indahnya dan benarnya keyakinan yang kita peluk. Dan inilah menurut saya dakwah yang sesungguhnya, sesuai dengan ajakan al-Qur'an فاستبقوا الخيرات (berlomba-lomba dalam kebaikan!). Allahu a'lam, semoga bermanfaat! 

(Mulyadhi Kartanegara, Gurubesar Pemikiran Islam)

Sun, 11 Jun 2017 @15:34

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved